Regional Payment Connectivity Perkuat Integrasi Masyarakat Ekonomi Asean
JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) meyakini implementasi regional payment connectivity akan memperkuat integrasi ekonomi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Hal ini akan menjadi salah satu pembahasan dalam Asian Finance Minister and Central Bank Governors Meeting (AFMGM) pada 22 sampai 25 Agustus 2023.
“Regional payment connectivity ini tujuannya nanti menjadi salah satu motor baru integrasi masyarakat ekonomi Asean. Kalau dulu integrasi ekonomi bagaimana eliminasi border perdagangan bayar dan jasa. Sekarang, pembayaran lebih mudah dan didukung e-commerce,” kata Direktur Departemen Internasional BI Iss Savitri Hafid dalam media briefing mengenai persiapan AFMGM kedua, Senin (21/8/2023).
Dalam Asean Leaders Declaration pada Mei 2023, para pemimpin negara anggota Asean sudah menyepakati implementasi regional payment connectivity dan local currency transaction sudah masuk Asean Leaders Declaration bulan Mei. Bahkan, para pemimpin negara sudah sepakat tentang agenda tersebut dan sudah menugaskan menteri keuangan dan gubernur bank sentral untuk menindaklanjuti dan memberikan concrete deliverables. “Akan ada concrete deliverables (dalam pertemuan AFMGM), kita akan sepakati negara-negara yang masuk dalam regional payment connectivity akan ada roadmap,” kata Iss.
Catatan BI menunjukkan selama beberapa tahun terakhir, nilai pembayaran lintas negara di seluruh dunia meningkat dari US$ 127,8 triliun pada 2018 menjadi US$ 156 triliun pada 2022. Sebelumnya sudah dilakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) RPC oleh lima bank sentral dari negara Asean (Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina/Asean-5) pada 2022 menandai keseriusan negara Asean terhadap pembayaran lintas negara ini.
Iss mengatakan dalam pertemuan AFMGM, BI juga melakukan pembahasan mengenai local currency transaction (LCT) dengan bank sentral negara anggota Asean lainnya. Dalam hal ini BI berupaya memanfaatkan ini tidak hanya dalam level wholesale trade dan investment tetapi juga pada level ritel. Dengan demikian, transaksi individual juga bisa dilakukan dengan menggunakan LCT.
“Ini diharapkan dapat mempermudah dan mempermurah biaya transaksi untuk perdagangan dan investasi. Tetapi dari sisi bank sentral ini akan menekan demand terhadap mata uang tertentu saja. Sehingga dari sisi bobot kebijakan harapannya dapat berkontribusi kepada kestabilan nilai tukar rupiah dan mata uang negara Asean lainnya LCT,” kata Iss.
Editor: Thomas Harefa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






