Jumat, 15 Mei 2026

Biaya Pembangunan Infrastruktur di Asean Capai US$ 280 Miliar

Penulis : Arnoldus Kristianus
25 Aug 2023 | 22:26 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, untuk melaksanakan pembangunan di Asean, dibutuhkan biaya sebesar US$ 280 miliar setiap tahun. Dari jumlah tersebut, terdapat gap pembiayaan sebesar US$ 19 miliar.

Hal ini menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Asean pada 22-25 Agustus 2023. Dari pertemuan tersebut diputuskan untuk melakukan perubahan dari Asean Infrastructure Fund (AIF) yang ada menjadi Asean Green Fund.

Adapun taksonomi Asean harus diselaraskan dengan pembiayaan infrastruktur Asean untuk keuangan berkelanjutan. Langkah ini dilakukan untuk mempromosikan infrastruktur berkelanjutan di kawasan Asean.

ADVERTISEMENT

“Pembahasan difokuskan pada bagaimana kita bisa menarik capital dari luar. Salah satunya yang dianggap powerful adalah membangun taksonomi Asean,” kata Sri Mulyani dalam joint press conference hasil 10th Asian Finance Minister Governor Meeting di Hotel Mulia, Jakarta, Jumat (25/8/2023).

Dia mengungkapkan, nantinya Asean akan memperkuat proses bisnis dana infrastruktur Asean dan melakukan kajian lebih lanjut mengenai kontribusi rekapitalisasi infrastruktur Asean, serta optimalisasi kontribusi dana infrastruktur Asean.

Dalam menjalankan pembangunan berkelanjutan Asean juga akan menjalankan taksonomi Asean yang merupakan taksonomi pertama di dunia, yang mengklasifikasikan transisi energi ke dalam klasifikasi hijau baru. Taksonomi menjadi instrumen penting untuk menarik investasi swasta guna mendukung transisi di kawasan.

“Oleh karena itu, Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Asean menggarisbawahi pentingnya kesesuaian taksonomi Asean dengan taksonomi internasional lainnya,” tutur Sri Mulyani. 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia