Jumat, 15 Mei 2026

Joko Widodo: Kerjasama Asean-Tiongkok Harus Berjalan Konkrit dan Saling Menguntungkan

Penulis : Arnoldus Kristianus
6 Sep 2023 | 16:54 WIB
BAGIKAN
Presiden Joko Widodo (keempat kiri) berfoto bersama Premier of the People's Republic of China Li Qiang (ketiga kiri) dan (dari kiri) Head of Delegation Thailand Sarun Charoensuwan, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh, Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone dan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah sebelum KTT ke-26 ASEAN-Tiongkok di Jakarta, Rabu (6/9/2023). (ANTARA FOTO/Media Center KTT ASEAN 2023/Zabur Karuru/aww)
Presiden Joko Widodo (keempat kiri) berfoto bersama Premier of the People's Republic of China Li Qiang (ketiga kiri) dan (dari kiri) Head of Delegation Thailand Sarun Charoensuwan, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh, Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone dan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah sebelum KTT ke-26 ASEAN-Tiongkok di Jakarta, Rabu (6/9/2023). (ANTARA FOTO/Media Center KTT ASEAN 2023/Zabur Karuru/aww)

JAKARTA, investor.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan hubungan kerja sama antara ASEAN dan Tiongkok harus dijalankan secara optimal agar dapat memberikan keuntungan terhadap kedua belah pihak. Apalagi Tiongkok merupakan salah satu dari empat dialog ASEAN yang memiliki status mitra strategis komprehensif.

“Tahun ini adalah 20 tahun aksesi RRT terhadap Treaty of Amity and Cooperation. Kita perlu memaknai semua ini dengan merealisasikan kerjasama konkrit yang saling menguntungkan,” ucap Joko Widodo saat membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke 26 ASEAN-Tiongkok di Jakarta Convention Center, Rabu (6/9/2023).

Joko Widodo mengatakan, kerja sama hanya bisa terjadi jika kita memiliki rasa percaya antara satu pihak dengan pihak lain. Hubungan baik antara kedua belah pihak harus terus dijaga. Salah satu upaya menjaga hubungan baik adalah dengan menghormati hukum internasional.

ADVERTISEMENT

Trust dan kerja sama konkret inilah yang dapat menjadi positive force bagi stabilitas dan perdamaian kawasan,” tutur Joko Widodo.

Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang menyampaikan, pihaknya melihat hubungan yang terjadi antara Tiongkok dan ASEAN akan menjadi peluang yang menguntungkan. Kedua belah pihak berupaya menjaga pasar secara terbuka.

“Tiongkok dan ASEAN melihat perkembangan satu sama lain sebagai sebuah peluang yang menguntungkan. Kami menjaga pasar tetap terbuka satu sama lain,” ucap Li Qiang.

Dia mengatakan volume perdagangan ASEAN dan Tiongkok mencapai US$ 970 miliar pada tahun 2022. Angka ini meningkat lebih dari dua kali lipat volume satu dekade lalu. Tiongkok pun masih akan melanjutkan hubungan perdagangan dengan ASEAN.

“Presiden Xi Jinping akan membeli produk pertanian dari ASEAN senilai US $150 juta dalam lima tahun ke depan,” kata dia.

Li Qiang menuturkan bahwa Tiongkok juga telah mencapai konsensus penuh dari konektivitas regional yang memberikan serangkaian hasil khas dalam kerja sama Belt and Road yang berkualitas tinggi yang dikenal sebagai Koridor Perdagangan Warisan Internasional Baru (The New International Legacy Trade Corridor).

“Semua ini membawa peluang baru bagi kedua belah pihak,” imbuh Li Qiang.

Tiongkok juga berkomitmen terhadap otomatisasi dan inklusivitas. Li Qiang menilai, budaya Tiongkok dan ASEAN memiliki kesamaan terkait keselarasan antara manusia dan alam.

“Mengikuti filosofi pembangunan berkelanjutan rendah karbon, kami telah mendorong kerja sama baru dalam aksi iklim, perlindungan lingkungan, transisi energi, dan pengentasan kemiskinan,” kata dia.

Li Qiang mengatakan bahwa Kerja Sama Pembangunan Berkelanjutan Tiongkok-ASEAN diadakan dalam dua tahun terakhir. Selanjutnya Inisiatif Pembangunan Global Tiongkok dan ASEAN Community Vision 2025 berjalan dengan saling bersinergi. Bahkan, telah diakui dan disambut secara luas oleh negara-negara ASEAN.

“Kerja sama Tiongkok juga telah berkembang pesat. Namun alasan utamanya adalah kami memiliki pemahaman mendalam tentang kesulitan. Kami berdua memiliki semangat menuju perdamaian,” terang Li Qiang.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia