Neraca Perdagangan Agustus Surplus US$ 3,12 Miliar
JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Agustus 2023 mengalami surplus sebesar US$ 3,12 miliar. Surplus neraca perdagangan Agustus melonjak 1,83% dibandingkan Juli 2023 yang hanya sebesar US$ 1,31 miliar. Namun, turun 2,65% dibandingkan Agustus 2022.
Nilai ekspor Indonesia Agustus 2023 mencapai US$ 22 miliar atau naik 5,47% dibandingkan ekspor Juli 2023. Dibanding Agustus 2022, nilai ekspor turun sebesar 21,21%. Nilai impor Indonesia Agustus 2023 mencapai US$ 18,88 miliar, turun 3,53% dibandingkan Juli 2023 atau turun 14,77% dibandingkan Agustus 2022.
“Pada Agustus 2023, neraca perdagangan kembali mencatatkan surplus sebesar US$ 3,12 miliar. Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 40 bulan beruntun pada Agustus 2023,” ucap Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers secara hibrid di Kantor BPS, Jakarta, Jumat (15/9/2023).
Menurut Amalia, surplus neraca perdagangan pada Agustus 2023 lebih ditopang oleh komoditas non migas sebesar US$ 4,47 miliar. Hal ini disokong oleh komoditas penyumbang surplus, yaitu bahan bakar mineral terutama batu bara juga lemak, minyak hewan nabati, serta barang besi dan baja.
Sedangkan neraca perdagangan komoditas migas mengalami defisit US$ 1,34 miliar pada Agustus 2023. Adapun komoditas penyumbang defisit adalah minyak mentah dan hasil minyak.
Amalia menegaskan, secara kumulatif Januari hingga Agustus 2023, surplus neraca perdagangan mencapai US$ 24,34 miliar. Namun, total surplus neraca perdagangan tahun ini turun US$ 10,55 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu mencapai US$ 34,89 miliar.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






