Jumat, 15 Mei 2026

BPS: Nilai Impor Turun 3,53% pada Agustus 2023

Penulis : Arnoldus Kristianus
15 Sep 2023 | 19:58 WIB
BAGIKAN
Impor gula kristal putih (GKP). (Sumber: istimewa)
Impor gula kristal putih (GKP). (Sumber: istimewa)

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor mencapai US$ 18,88 miliar pada Agustus 2023. Angka ini menunjukan penurunan 3,53% dari posisi impor Juli 2023 dan turun 14,77% dari posisi Agustus 2022.

Secara tahunan impor pada Agustus 2023 masih melanjutkan tren penurunan sepanjang tahun 2023 ini.

“Total nilai impor kembali mengalami penurunan secara bulanan setelah pada bulan sebelumnya mengalami penurunan cukup dalam. Namun secara tahunan, total nilai impor juga mengalami penurunan dari tahun sebelumnya,” ucap Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers pada Jumat (15/9/2023).

ADVERTISEMENT

Penurunan nilai impor terjadi pada baik kelompok migas maupun non migas. Dengan rincian impor migas sebesar US$ 2,66 miliar pada Agustus 2023 turun 15,01% dari posisi Juli 2023 turun 28,08% dari posisi Agustus 2022. Penurunan impor migas sebesar 15,01% disebabkan oleh impor minyak mentah yang turun 46,6%.

Sementara impor non migas US$ 16,22 miliar pada Agustus 2023 turun 1,34% dari posisi Juli 2023 dan turun 12,1% dari posisi Agustus 2022.

“Penurunan impor non migas sebesar 1,34% dikontribusikan oleh komoditas kapal perahu dan struktur terapung (HS 89), penurunan kelompok barang mesin perlengkapan elektrik dan bagiannya (HS 85), pupuk (HS 31) dan bijih logam terak dan abu (HS 26),” tutur Amalia.

Amalia juga merinci kegiatan impor menurut penggunaan barang. Pertama, impor barang konsumsi sebesar US$ 2,14 miliar pada Agustus 2023. Peningkatan nilai impor, baik secara tahunan maupun bulanan, terjadi pada barang Konsumsi, dimana impor barang konsumsi secara bulanan naik 2,19% dan tahunan naik 15,47%.

“Kenaikan impor barang konsumsi didorong peningkatan impor komoditas media optik, tank, kendaraan tempur lapis baja serta gula kristal,” kata Amalia.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia