Jumat, 15 Mei 2026

Pemanfaatan Instrumen TD Valas DHE Naik Dua Kali Setelah Terbit PP 36/2023

Penulis : Arnoldus Kristianus
21 Sep 2023 | 20:36 WIB
BAGIKAN
Pekerja menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj)
Pekerja menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj)

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) menilai implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2023 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam berdampak positif pada implementasi kebijakan Term Deposit (TD) Valuta Asing ( Valas) Devisa Hasil Ekspor (DHE). Dengan adanya regulasi tersebut eksportir semakin berminat untuk menyimpan dana di pasar keuangan domestik.

“Kalau di bulan lalu TD Valas DHE ini posisinya US$ 568 juta. Bulan ini karena setelah dikeluarkannya PP 36 Tahun 2023 maka TD Valas DHE sudah mencapai US$ 1,334 miliar,” ucap Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan September 2023 di Gedung Thamrin, BI pada Kamis (21/9/2023).

Dari jumlah tersebut 60% eksportir menyimpan dana mereka dalam tenor tiga bulan. Jumlah korporasi yang sudah menempatkan DHE-nya juga bertambah dari 50-an menjadi 122. Dari sisi perbankan, bank yang menyediakan rekening khusus bertambah jadi 16 bank.

ADVERTISEMENT

“Jadi kami sangat confident, TD valas DHE akan bisa terus meningkat. Ini melihat outstanding ya, tapi kalau kita lihat kumulatif pasti jumlahnya akan jauh di atas tadi,” kata Destry.

Melalui instrumen ini, BI berharap para eksportir akan menyimpan dana mereka di pasar keuangan dalam negeri. Pada gilirannya dapat menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat perekonomian domestik.

Instrumen ini juga akan memperkuat bantalan perekonomian nasional melalui penambahan cadangan devisa. Bila pasar keuangan domestik lebih memiliki resiliensi, maka ketahanan ekonomi domestik juga akan meningkatkan ketika perekonomian global kembali bergejolak.

“Sangat membantu kami memperkuat cadangan devisa kita. Apalagi nanti kalau sudah makin banyak akan ada juga instrumen lain yang bisa memonetisasi dari TD Valas DHE dimana dia akan menjadi underlying,” kata Perry.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 9 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia