Jumat, 15 Mei 2026

Bahlil Tegaskan Kepala Daerah Jadi Ujung Tombak Hilirisasi

Penulis : Arnoldus Kristianus
7 Des 2023 | 12:49 WIB
BAGIKAN
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam Rapat Koordinasi Nasional Investasi Tahun 2023 di Balai Kartini pada Kamis (07/12/2023). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam Rapat Koordinasi Nasional Investasi Tahun 2023 di Balai Kartini pada Kamis (07/12/2023). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menegaskan pentingnya peran kepala daerah hingga Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dalam implementasi kebijakan hilirisasi. Upaya hilirisasi komoditas ekspor sumber daya alam menjadi langkah pemerintah mendorong laju perekonomian nasional.

“Jadi kalau hari ini ada yang mengatakan hilirisasi adalah jalan yang keliru, saya ingin mengatakan bahwa yang bicara itu otaknya yang keliru karena negara harus jalan lurus untuk menjalankan kedaulatan bangsa kita,” ucap Bahlil dalam Rapat Koordinasi Nasional Investasi Tahun 2023 di Balai Kartini, Kamis (7/12/2023).

Meskipun sudah berjalan sejak 2020 saat pemerintah melarang ekspor nikel mentah, namun kebijakan hilirisasi masih menimbulkan polemik. Namun pemerintah memastikan bahwa kebijakan hilirisasi sebagai salah satu wujud kedaulatan negara. Kebijakan hilirisasi juga selaras dengan Undang Undang Dasar Pasal 33 Ayat 2, yaitu Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

ADVERTISEMENT

“Kalau dikritik ya kritik saja, resiko dari sebuah negara demokrasi kan menghargai pikiran orang, tetapi pemerintah berkeyakinan bahwa dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan nilai tambah dan mendorong kedaulatan negara kita,” tutur Bahlil.

Bahlil mengatakan, bila pemerintah melakukan hilirisasi maka negara memiliki kemandirian ekonomi. Bila pemerintah hanya mengekspor bahan mentah maka tidak memberikan nilai tambah terhadap komoditas ekspor. Dengan adanya kebijakan hilirisasi akan meningkatkan nilai tambah dan menciptakan lapangan kerja. Hilirisasi akan diperluas tidak hanya terhadap komoditas tambang namun juga akan diperluas hingga komoditas pertanian.

“(Hilirisasi) ini yang disebut dengan kedaulatan negara. Bagaimana ada kemandirian ekonomi, mau sumber daya alam kalau diambil mentahnya saja. Kalau masih kita berpikir mengirim raw material, itu sama kita berpikir masih dalam dunia penjajahan. Kalau mau cari duit cepat ya kirim-kirim saja raw material, cara-cara begini yang membuat negara tidak maju,” tutur Bahlil.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 29 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia