Bahlil Tegaskan Kepala Daerah Jadi Ujung Tombak Hilirisasi
JAKARTA, investor.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menegaskan pentingnya peran kepala daerah hingga Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dalam implementasi kebijakan hilirisasi. Upaya hilirisasi komoditas ekspor sumber daya alam menjadi langkah pemerintah mendorong laju perekonomian nasional.
“Jadi kalau hari ini ada yang mengatakan hilirisasi adalah jalan yang keliru, saya ingin mengatakan bahwa yang bicara itu otaknya yang keliru karena negara harus jalan lurus untuk menjalankan kedaulatan bangsa kita,” ucap Bahlil dalam Rapat Koordinasi Nasional Investasi Tahun 2023 di Balai Kartini, Kamis (7/12/2023).
Meskipun sudah berjalan sejak 2020 saat pemerintah melarang ekspor nikel mentah, namun kebijakan hilirisasi masih menimbulkan polemik. Namun pemerintah memastikan bahwa kebijakan hilirisasi sebagai salah satu wujud kedaulatan negara. Kebijakan hilirisasi juga selaras dengan Undang Undang Dasar Pasal 33 Ayat 2, yaitu Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
“Kalau dikritik ya kritik saja, resiko dari sebuah negara demokrasi kan menghargai pikiran orang, tetapi pemerintah berkeyakinan bahwa dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan nilai tambah dan mendorong kedaulatan negara kita,” tutur Bahlil.
Baca Juga:
BI: Cadangan Devisa November MeningkatBahlil mengatakan, bila pemerintah melakukan hilirisasi maka negara memiliki kemandirian ekonomi. Bila pemerintah hanya mengekspor bahan mentah maka tidak memberikan nilai tambah terhadap komoditas ekspor. Dengan adanya kebijakan hilirisasi akan meningkatkan nilai tambah dan menciptakan lapangan kerja. Hilirisasi akan diperluas tidak hanya terhadap komoditas tambang namun juga akan diperluas hingga komoditas pertanian.
“(Hilirisasi) ini yang disebut dengan kedaulatan negara. Bagaimana ada kemandirian ekonomi, mau sumber daya alam kalau diambil mentahnya saja. Kalau masih kita berpikir mengirim raw material, itu sama kita berpikir masih dalam dunia penjajahan. Kalau mau cari duit cepat ya kirim-kirim saja raw material, cara-cara begini yang membuat negara tidak maju,” tutur Bahlil.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






