Pengusaha China Protes Kebijakan Tambang RI, Begini Respons Bahlil
JAKARTA, investor.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, merespons surat protes yang dilayangkan Kamar Dagang China (China Chamber of Commerce in Indonesia) kepada Presiden Prabowo Subianto. Surat tersebut berisi keluhan para investor asal Negeri Tirai Bambu terkait ketidakpastian iklim bisnis di sektor pertambangan dan hilirisasi nikel Indonesia.
Meski mengaku belum menerima salinan fisik surat tersebut, Bahlil menyatakan telah berkomunikasi langsung dengan Duta Besar China untuk memberikan penjelasan mengenai berbagai kebijakan sumber daya mineral, termasuk revisi formula Harga Patokan Mineral (HPM) nikel.
“Beberapa sudah komunikasi sama saya, dubesnya pun sudah ngobrol sama saya, dan saya memberikan penjelasan dengan baik,” ungkap Bahlil saat ditemui di gedung, Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Sebelumnya, investor China menyoroti sejumlah poin krusial yang dianggap memberatkan, mulai dari kenaikan pajak dan royalti, pengetatan aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE), hingga pemangkasan kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) bijih nikel yang mencapai lebih dari 70% sejak awal 2026. Dalam hal pemangkasan kuota saja, investor asal China memprotes pengurangan hingga 30 juta ton di tambang-tambang besar.
Belum lagi, Kementerian ESDM juga disebut baru menaikkan HPM bijih nikel dan mengubah formula perhitungannya dengan memasukkan unsur kobalt, besi, serta mineral lainnya. Investor China menilai kebijakan itu membuat biaya komprehensif bijih nikel melonjak hingga 200%.
Sedangkan menanggapi keluhan soal pajak ekspor dan royalti, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah moderat dengan menunda penerapan kebijakan tersebut untuk komoditas tembaga, timah, nikel, emas, dan perak.
“Kita sudah sepakati kita tangguhkan sementara sambil kita mencari formulasi yang baik. Dengan tetap mengedepankan kepentingan negara dan juga kepentingan pengusaha. Harus sama-sama untung ya,” tegas Bahlil.
Pemerintah berkomitmen untuk terus membuka ruang dialog guna memastikan regulasi yang diterapkan mampu memberikan manfaat optimal bagi penerimaan negara tanpa mengganggu stabilitas iklim investasi.
Di sisi lain, meskipun melayangkan protes, para investor China menyatakan tetap berkomitmen pada kerja sama ekonomi dengan Indonesia dan meminta Presiden Prabowo menjamin iklim usaha yang adil serta transparan.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum
Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.Dharma Pongrekun Ajukan Uji Materi UU Kesehatan ke MK
Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Dharma Pongrekun resmi mendaftarkan permohonan uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (13/5/2026).Jasa Marga: Volume Lalin Keluar Jabotabek Naik 25,12%
Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek di H-1 (13/5) Hari Kenaikan Yesus Kristus meningkat 25,12%.Wamen Nezar: Permainan Tradisional Jadi “Tombol Jeda” Anak dari Dominasi Ruang Digital
Wamen Komdigi Nezar Patria sebut permainan tradisional jadi "tombol jeda" efektif bagi anak untuk imbangi hidup di ruang digital.Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Jumat 15 Mei 2026
Harga emas Antam (ANTM) diperkirakan bergerak menguat pada Jumat,15 Mei 2026. Harga emas Antam diprediksi naik ke level iniKenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Dinilai sebagai Langkah Strategis
Pengamat sosial Dr. Serian Wijatno menilai kenaikan pangkat Irjen Pol Asep Edi Suheri menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) sebagai Kapolda Metro Jaya merupakan langkah strategis di tengah kompleksitas tantangan keamanan di Jakarta.Tag Terpopuler
Terpopuler






