ADB Guyur RI Pinjaman Rp 35 triliun Selama 2023, Buat Apa Saja?
JAKARTA, investor.id – Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) menyampaikan perkiraan alokasi pinjaman kepada pemerintah Indonesia tembus US$ 2,4 miliar atau sekitar Rp 35 triliun hingga akhir 2023.
“Pada tahun 2023, ADB diperkirakan akan berkomitmen senilai US$ 2,4 miliar worth of operations di Indonesia,” kata Direktur ADB di Indonesia Jiro Tominaga kepada awak media saat acara Press Briefing Akhir Tahun ADB di Indonesia, di kantor ADB, Jakarta, Kamis (14/12/2023).
Jiro lalu mengungkapkan, kucuran dana senilai US$ 2,4 miliar tersebut disalurkan sebagai dukungan dan solusi pembiayaan kepada pemerintah Indonesia melalui operasi sektor publik dan non-publik (swasta). Jika dirinci, pembiayaan untuk operasi sektor publik mencapai US$ 2,3 miliar dan operasi sektor swasta (privat sector) sebesar US$ 37,1 juta.
Jiro mengatakan, sepanjang 2023, ADB memprioritaskan pendanaan ke pemerintah Indonesia untuk climate finance (pembiayaan iklim), yakni mencapai 50% dari total pinjaman. “Pendanaan iklim tetap menjadi prioritas utama dengan 50% dari total operasional senilai US$ 2,4 miliar pada tahun 2023 digunakan untuk mendanai aksi iklim,” tuturnya.
Berdasarkan sektornya, mencakup 42% dari US$ 2,4 miliar pembiayaan bagi pemerintah Indonesia itu dikucurkan masing-masing untuk manajemen sektor publik dan sektor kesehatan. Kemudian, 14% untuk sektor pertanian, sumber daya alam dan pembangunan pedesaan. Serta, 2% untuk sektor infrastruktur dan pelayanan air dan perkotaan lainnya (nonsovereign).
Lebih lanjut, Jiro membeberkan, pada 2024 mendatang, ADB berkomitmen untuk terus terlibat dalam kelanjutan investasi dan reformasi kebijakan di Indonesia.
ADB juga tengah menjajaki beberapa pendanaan yang tengah berlangsung dan akan berlanjut untuk tahun 2024 dan seterusnya. Pertama, terkait transportasi yakni proyek jalan di selatan Jawa dan perluasan Sistem Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Kedua, terkait transisi energi dan lingkungan, ADB juga berkomitmen mendanai program transisi energi berkelanjutan/bersih dan program “biru” termasuk pengurangan sampah laut.
Ketiga, terkait sanitasi perkotaan, ADB tengah mendanai proyek sanitasi inklusif di seluruh kota. Terkahir, ADB juga berkomitmen memberi dukungan berkelanjutan terhadap program reformasi kebijakan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan keuangan inklusif.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





