Pemerintah Targetkan Inflasi pada Kisaran 2,5 ±1% Hingga Tahun 2027
JAKARTA, investor.id - Pemerintah menargetkan inflasi pada kisaran 2,5±1% di tahun 2024 ini. Upaya mencapai target inflasi pada kisaran tersebut akan dilakukan melalui koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter. Sedangkan pada tahun 2025-2027 inflasi akan ditargetkan pada kisaran 2,5±1%.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, target inflasi bisa dicapai sesuai dengan sasaran tahun 2024.
"Langkahnya melalui kebijakan moneter dan fiskal yang konsisten dengan upaya mendukung pengendalian inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ucapnya dalam konferensi pers hasil High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Senin (29/1/2024).
Guna mencapai target tersebut pemerintah berupaya agar inflasi komponen harga bergejolak (volatile food) dapat terkendali di bawah 5%. Ikhtiar menjaga inflasi komponen harga bergejolak dilakukan dengan fokus pada komoditas beras, aneka cabai, dan aneka bawang.
Pemerintah turut menjaga ketersediaan pasokan dengan distribusi pangan untuk mitigasi risiko jangka pendek dan untuk mengantisipasi pergeseran musim panen, menjaga harga menjelang hari besar keagamaan, serta memperkuat ketahanan pangan dengan produktivitas.
“Kemudian juga ketersediaan data diperlukan dan memperkuat strategi antar TPID dan melanjutkan gerakan nasional pangan pengendalian inflasi pangan serta komunikasi untuk menjaga ekspektasi inflasi,” tutur dia.
Airlangga mengatakan upaya menjaga inflasi dilakukan dengan program bantuan pangan beras sampai bulan Juni 2024 sebanyak 10 kg dan bantuan langsung tunai mitigasi risiko pangan untuk 3 bulan sebesar Rp 200 ribu. Dia menuturkan bahwa pemberian bantuan langsung tunai mitigasi risiko akan dievaluasi secara berkala setelah 3 bulan pelaksanaan,
“Besarnya Rp 200 ribu per bulan ini menggantikan program El Nino yang tahun kemarin diberikan akhir tahun sebesar Rp 200.000 per bulan juga pada waktu itu selama 2 bulan dengan total Rp 400 ribu,” terang Airlangga.
Upaya menjaga inflasi sudah berlangsung secara berkesinambungan dari tahun 2023 lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan pada Desember 2023 sebesar 2,61%. Angka ini lebih rendah dari inflasi tahunan pada November 2023 yang sebesar 2,86%. Tekanan inflasi tahunan mulai mengalami penurunan pada Desember 2023.
Airlangga mengatakan upaya pencapaian inflasi Indonesia pada Desember 2023 yang sebesar 2,61% ini terjaga di dalam kisaran target pemerintah yaitu 3 ±1% Jika dibandingkan dengan negara lain Indonesia menjadi salah satu dari negara dengan inflasi terendah.
“Negara dengan tingkat inflasi yang di bawah Indonesia hanya Jepang yang angkanya mirip dengan kita kemudian Saudi, Italia, dan China dibanding negara G20 lain kita lebih baik dari Argentina, Turki, Rusia, India, bahkan Amerika Serikat,” terang Airlangga.
Editor: Maswin
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






