Jumat, 15 Mei 2026

BPS: Komponen Inti Dominasi Kondisi Inflasi Januari 2024

Penulis : Arnoldus Kristianus
1 Feb 2024 | 18:54 WIB
BAGIKAN
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Kamis (1/2/2024). (Foto: BPS)
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Kamis (1/2/2024). (Foto: BPS)

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan inflasi inti jadi penopang inflasi Januari 2024. Adapun inflasi inti pada Januari 2024 sebesar 0,20% dan memberikan andil sebesar 0,13%.

Inflasi inti pada Januari 2024 disebabkan oleh komoditas emas perhiasan, biaya sewa rumah, dan biaya kontrak rumah. Secara keseluruhan inflasi bulanan pada Januari 2024 sebesar 0,04%.

“Inflasi bulanan 0,04% dominan didorong oleh komponen inti dengan inflasi sebesar 0,20%,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Kamis (1/2/2024).

ADVERTISEMENT

Secara tahunan komponen inflasi inti mencapai 1,68% dengan andil ke inflasi sebesar 1,08%. Tekanan Inflasi komponen Inti secara tahunan terus mengalami penurunan. Komoditas yang memberikan andil inflasi pada Januari 2024 diantaranya adalah emas perhiasan, gula pasir, biaya kontrak rumah, biaya sewa rumah, dan nasi dengan lauk.

BPS: Komponen Inti Dominasi Kondisi Inflasi Januari 2024
Perkembangan inflasi. (Sumber: BPS)

Berikutnya, komponen harga yang diatur pemerintah mengalami deflasi sebesar 0,48% dengan andil deflasi sebesar 0,09%. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi adalah tarif angkutan udara dan bensin. Secara tahunan komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi 1,74% dan memberikan andil inflasi 0,35%.

Tekanan inflasi tahunan komponen harga diatur pemerintah lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah sigaret kretek mesin (SKM),sigaret kretek tangan (SKT),sigaret putih mesin (SPM), tarif angkutan udara, dan tarif angkutan antar kota.

BPS: Komponen Inti Dominasi Kondisi Inflasi Januari 2024
Perkembangan inflasi inti Januari 2024. (Sumber: BPS)

Sedangkan komponen harga bergejolak mengalami inflasi sebesar 0,01% dengan andil inflasi yang sangat kecil. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah tomat bawang merah, beras, ikan segar, dan daging ayam ras. Secara tahunan komponen harga bergejolak mengalami inflasi hingga 7,22% dan memberikan andil inflasi 1,14%.

“Tekanan inflasi komponen harga bergejolak masih tinggi. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah beras, bawang putih, tomat, cabai merah, dan daging ayam ras,” demikian ungkap Amalia.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 9 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 41 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 52 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 56 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia