BPS Ungkap Dampak Program MBG ke Ekonomi Indonesia
JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan lonjakan signifikan pada konsumsi pemerintah yang tumbuh hingga 21,81% pada triwulan I-2026. Performa impresif ini didorong oleh masifnya realisasi belanja negara, terutama untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa konsumsi pemerintah memberikan kontribusi sebesar 6,72% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada periode tersebut. Selain program MBG, kenaikan belanja pemerintah ini dipicu oleh realisasi belanja pegawai, pembayaran gaji ke-14 (THR), pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN) baru, serta peningkatan barang dan jasa.
“Terutama pada belanja barang yang diserahkan ke masyarakat berupa program Makan Bergizi Gratis,” ucap Amalia dalam konferensi pers secara hibrida di Gedung BPS pada Selasa (5/5/2026).
Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 tercatat sebesar 5,61% secara tahunan (year on year/yoy). Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 6.187,2 triliun dan atas dasar harga konstan mencapai Rp 3.447,7 triliun.
Data Kementerian Keuangan per 31 Maret 2026 menunjukkan realisasi belanja negara telah mencapai Rp 815 triliun atau tumbuh 31,4% yoy. Dari jumlah tersebut, belanja barang melonjak 114,6% menjadi Rp 111,1 triliun. Secara khusus, anggaran sebesar Rp 54,4 triliun telah disalurkan untuk mendukung program MBG.
Selain MBG, belanja barang juga dialokasikan untuk Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp 4,8 triliun, insentif biodiesel Rp 4,2 triliun, pelayanan kesehatan UPT Rp 2 triliun, dan stabilisasi pangan Rp 900 miliar.
Menariknya, dampak program MBG tidak hanya terlihat pada konsumsi pemerintah, tetapi juga merembet ke komponen investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mencakup konstruksi dapur dan pengadaan alat modal telah menggerakkan geliat investasi nasional.
Amalia mencatat, PMTB tumbuh 5,96% dengan distribusi sebesar 28,29% terhadap ekonomi triwulan I-2026.
“Pertumbuhan jumlah SPPG ini memberikan dampak positif terhadap PMTB karena ada konstruksi fisik di situ pada triwulan I-2026. Jika dilihat perbandingan dari Desember 2025 sampai dengan Maret 2026 terjadi penambahan SPPG baru sebanyak 6.737 unit,” tutur dia.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






