Jumat, 15 Mei 2026

Digitalisasi Jadi Andalan Mesin Pertumbuhan untuk Jaga Ketahanan Ekonomi

Penulis : Arnoldus Kristianus
20 Feb 2024 | 19:42 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Sumber: Humas Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Sumber: Humas Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian)

JAKARTA,investor.id - Pemerintah mengandalkan kinerja ekonomi digital untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Digitalisasi akan menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru yang dapat mendorong ketahanan ekonomi di masa mendatang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan peningkatan akses teknologi, peningkatan keterampilan digital, dan dukungan regulasi yang sesuai menjadi kunci dalam memastikan kelangsungan transformasi digital guna mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di berbagai sektor, termasuk perdagangan, pendidikan, kesehatan, dan layanan lainnya.

“Saya yakin, dengan kerja sama yang baik, kita dapat mengakselerasi transformasi digital sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” ucap Airlangga dalam keterangan resmi yang diterima pada Selasa (20/2/2024).

ADVERTISEMENT

Berdasarkan Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company Tahun 2023, sekitar 40% dari nilai total transaksi ekonomi digital di ASEAN pada tahun 2023 berasal dari Indonesia. Secara nominal, nilai ekonomi digital Indonesia mencapai US$ 82 miliar atau tumbuh 8% dari tahun sebelumnya dan diproyeksi akan terus mengalami peningkatan, sehingga Indonesia dinilai sebagai big and potential market dalam lingkup ekonomi digital.

Lebih lanjut untuk merealisasikan big and potential market dalam ekonomi digital tersebut, sejumlah upaya akan terus diakselerasi oleh Pemerintah mulai dari penguatan talenta digital, peningkatan akses layanan digital yang berkualitas, memperluas pemanfaatan teknologi untuk kesejahteraan masyarakat, antisipasi dampak negatif disrupsi teknologi digital, serta mendorong riset, inovasi dan pengembangan bisnis atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Selanjutnya sebagai salah satu upaya konkret Pemerintah dalam mendorong ekonomi digital tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga telah meluncurkan Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital yang menjadi pijakan strategis agar Indonesia dapat adaptif terhadap perubahan teknologi dan dinamika global.

Airlangga mengatakan perekonomian nasional pada kuartal IV-2023 mampu tumbuh hingga 5,04% (yoy) atau lebih tinggi dari kuartal III-2023 yang tumbuh 4,94% (yoy). Secara full-year, pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2023 juga tercatat sebesar 5,05% (yoy). Capaian pertumbuhan tersebut masih ditopang oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga 4,82% (yoy) maupun pembentukan modal tetap bruto sebesar 4,40% (yoy).

“Momentum berbagai pencapaian yang baik ini harus kita jaga bersama, terutama karena kita memiliki target untuk keluar dari middle income dan menjadi ekonomi terbesar ke-5 dua dunia sebagaimana tertuang dalam Visi Indonesia Emas 2045,” terang Airlangga.

Secara spasial, seluruh wilayah di Indonesia terus mengalami penguatan dengan struktur ekonomi yang masih didominasi Pulau Jawa dengan kontribusi mencapai 57,05%. Pertumbuhan ekonomi yang signifikan juga dicapai oleh Provinsi Maluku Utara 20,49% dan Sulawesi Tengah 11,91%, yang ditopang oleh kinerja industri pengolahan logam dasar sebagai implikasi dari kebijakan hilirisasi.

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia