Menjaga Kinerja Neraca Perdagangan dari Risiko Global
18 Mar 2024 | 20:26 WIB
JAKARTA, investor.id – Surplus neraca perdagangan Indonesia menyusut menjadi US$ 870 juta pada Februari 2024. Meskipun menurun, kondisi neraca perdagangan menunjukkan bahwa posisi eksternal Indonesia yang cukup resilien di tengah gejolak perekonomian global yang masih tinggi. Berkaitan itu, pemerintah menyiapkan langkah antisipasi melalui dorongan terhadap keberlanjutan hilirisasi sumber daya alam (SDA), peningkatan daya saing produk ekspor nasional, serta diversifikasi mitra dagang utama.
“Pemerintah akan terus mengantisipasi risiko global yang ada untuk memitigasi dampaknya pada ekonomi nasional,” jelas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu dalam keterangan resmi, Minggu (17/3/2024).

