Wamenkeu: Membayar Pajak adalah Cara Hidup Bernegara
BANDUNG, investor.id – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menjelaskan, membayar pajak adalah bagian dari kehidupan bernegara. Adapun membayar pajak bermanfaat untuk mendukung pembangunan.
“Kalau teman-teman pengusaha merasa ‘ditungguin’ atau ‘dikejar-kejar’ oleh teman-teman di Ditjen Pajak. Cara kita bernegara itu, masyarakat menciptakan kegiatan ekonomi, lalu pemerintah diserahi mandat untuk mengerjakan pelayanan publik,” kata Wamenkeu dalam Investor Daily Roundtable bertajuk Arah Kebijakan Ekonomi dan Investasi di Era Pemerintahan Mendatang di eL Hotel Royale, Bandung, Kamis (25/4/2024).
Suahasil menjelaskan, pelayanan publik itu termasuk membangun infrastruktur, pelayanan masyarakat, termasuk melindungi masyarakat yang membutuhkan. Untuk itu, maka pemerintah mengumpulkan uang yang merupakan penerimaan negara, baik dalam bentuk pajak dan penerimaan negara lainnya.
Oleh karena itu, jelas dia, membayar pajak adalah bagian dari bernegara, supaya negara bisa membangun. Ini juga misalnya untuk pendidikan dan belanja kesehatan, yang dikumpulkan pemerintah dari perekonomian, lalu dikembalikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kalau bayar pajak, kira-kira berapa sih saya harus membayar pajak secara makro perekonomian. Itulah tax ratio. Saat ini kita memilliki tax ratio 10,2%. Itu artinya, untuk PDB kita dari total PDB sekitar Rp 2.100 triliun, penerimaan negara yang tax ratio 10,2% itulah yang dibayar sebagai pajak. Sedangkan 90% lagi berputar di perekonomian,” kata Suahasil.
Di titik itu, jelas dia, banyak analis menyatakan tax ratio tersebut terlalu kecil untuk ukuran Indonesia dibandingkan dengan negara tetangga, atau bahkan membandingkan Indonesia dengan negara-negara anggota OECD. “Dalam hal ini, kita lakukan bukan hanya intensifikasi pajak saja, tapi dengan cara memperluas basis pajak kita,” jelas dia.
Memperluas basis pajak itu dilakukan dengan menumbuhkan kegiatan-kegiatan dan tempat-tempat ekonomi yang baru. Menurut dia, ada beberapa titik yang dapat menjadi sumber pertumbuhan baru, seperti digitalisasi.
Menurut dia, digitalisasi ini adalah cara. Tapi dengan dengan cara yang baru lebih efisien dan efektif menciptakan nilai tambah lebih tinggi.
“UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) kita yang sudah menunjukkan segmen ekonomi yang sangat agile dan mampu beradaptasi ini juga sumber dari pertumbuhan ekonomi kita,” jelas dia.
Hal ini karena UMKM sangat banyak menggunakan produk dalam negeri. “Kuncinya di produk dalam negeri kita. Kalau kita memproduksi dalam negeri lebih banyak, itu menghasilkan multiplier effect menjadi besar. Pembangunan ekonomi hijau kita juga merupakan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru,” jelas Wamenkeu.
Editor: Thomas Harefa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






