Jumat, 15 Mei 2026

Wamenkeu: Membayar Pajak adalah Cara Hidup Bernegara

Penulis : Thomas E Harefa
25 Apr 2024 | 20:21 WIB
BAGIKAN
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) menjadi nara sumber, yang dipandu Chairman B-Universe Enggartiasto Lukita, dalam acara Investor Daily Round Table dengan tema "Arah Kebijakan Ekonomi dan Investasi di Era Pemerintahan Mendatang", yang digelar di EL Hotel Royale, Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/4/2024). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) menjadi nara sumber, yang dipandu Chairman B-Universe Enggartiasto Lukita, dalam acara Investor Daily Round Table dengan tema "Arah Kebijakan Ekonomi dan Investasi di Era Pemerintahan Mendatang", yang digelar di EL Hotel Royale, Bandung, Jawa Barat, Kamis (25/4/2024). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

BANDUNG, investor.id – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menjelaskan, membayar pajak adalah bagian dari kehidupan bernegara. Adapun membayar pajak bermanfaat untuk mendukung pembangunan.

“Kalau teman-teman pengusaha merasa ‘ditungguin’ atau ‘dikejar-kejar’ oleh teman-teman di Ditjen Pajak. Cara kita bernegara itu, masyarakat menciptakan kegiatan ekonomi, lalu pemerintah diserahi mandat untuk mengerjakan pelayanan publik,” kata Wamenkeu dalam Investor Daily Roundtable bertajuk Arah Kebijakan Ekonomi dan Investasi di Era Pemerintahan Mendatang di eL Hotel Royale, Bandung, Kamis (25/4/2024).

Suahasil menjelaskan, pelayanan publik itu termasuk membangun infrastruktur, pelayanan masyarakat, termasuk melindungi masyarakat yang membutuhkan. Untuk itu, maka pemerintah mengumpulkan uang yang merupakan penerimaan negara, baik dalam bentuk pajak dan penerimaan negara lainnya.

Oleh karena itu, jelas dia, membayar pajak adalah bagian dari bernegara, supaya negara bisa membangun. Ini juga misalnya untuk pendidikan  dan belanja kesehatan, yang dikumpulkan pemerintah dari perekonomian, lalu dikembalikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

ADVERTISEMENT

“Kalau bayar pajak, kira-kira berapa sih saya harus membayar pajak secara makro perekonomian. Itulah tax ratio. Saat ini kita memilliki tax ratio 10,2%. Itu artinya, untuk PDB kita dari total PDB sekitar Rp 2.100 triliun, penerimaan negara yang tax ratio 10,2% itulah yang dibayar sebagai pajak. Sedangkan 90% lagi berputar di perekonomian,” kata Suahasil.

Di titik itu, jelas dia, banyak analis menyatakan tax ratio tersebut terlalu kecil untuk ukuran Indonesia dibandingkan dengan negara tetangga, atau bahkan membandingkan Indonesia dengan negara-negara anggota OECD. “Dalam hal ini, kita lakukan bukan hanya intensifikasi pajak saja, tapi dengan cara memperluas basis pajak kita,” jelas dia.

Memperluas basis pajak itu dilakukan dengan menumbuhkan kegiatan-kegiatan dan tempat-tempat ekonomi yang baru. Menurut dia, ada beberapa titik yang dapat menjadi sumber pertumbuhan baru, seperti digitalisasi.

Menurut dia, digitalisasi ini adalah cara. Tapi dengan dengan cara yang baru lebih efisien dan efektif menciptakan nilai tambah lebih tinggi.

“UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) kita yang sudah menunjukkan segmen ekonomi yang sangat agile dan mampu beradaptasi ini juga sumber dari pertumbuhan ekonomi kita,” jelas dia.

Hal ini karena UMKM sangat banyak menggunakan produk dalam negeri. “Kuncinya di produk dalam negeri kita. Kalau kita memproduksi dalam negeri lebih banyak, itu menghasilkan multiplier effect menjadi besar. Pembangunan ekonomi hijau kita juga merupakan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru,” jelas Wamenkeu.

Editor: Thomas Harefa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 8 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 18 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia