Jumat, 15 Mei 2026

BI Klaim Nilai Tukar Rupiah Menguat 1,66%

Penulis : Arnoldus Kristianus
22 Mei 2024 | 15:04 WIB
BAGIKAN
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Mei 2024 di Gedung Thamrin BI pada Rabu (22/5/2024). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Mei 2024 di Gedung Thamrin BI pada Rabu (22/5/2024). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa nilai tukar rupiah secara bulanan hingga 21 Mei 2024 kembali menguat 1,66% (point to point), setelah pada April 2024 melemah 2,49% (point to point).Terjadinya penguatan nilai tukar rupiah karena disokong dampak positif respons bauran kebijakan moneter BI pada April 2024.

“Nilai tukar rupiah menguat dipengaruhi bauran kebijakan moneter yang ditempuh BI dalam memitigasi dampak rambatan ketidakpastian global,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Mei 2024 di Gedung Thamrin BI pada Rabu (22/5/2024).

Jika dibandingkan dengan level akhir Desember 2023, maka nilai tukar rupiah melemah 3,74%. Namun, angka ini masih lebih baik dibandingkan dengan pelemahan peso Filipina, won Korea, dan Baht Thailand masing-masing sebesar 4,91%, 5,52%, dan 5,99%.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut dengan adanya bauran kebijakan moneter BI pada April 2024 menjadi dorongan aliran masuk modal asing, terutama ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), sebesar US$ 4,2 miliar per 20 Mei 2024.

Perry mengatakan, nilai tukar rupiah diperkirakan stabil dengan kecenderungan menguat, yang didorong oleh imbal hasil yang menarik sejalan dengan kenaikan BI rate, premi risiko yang turun, prospek ekonomi yang lebih baik, dan komitmen BI untuk terus menstabilkan nilai tukar rupiah.

BI juga terus mengoptimalkan seluruh instrumen moneter yang tersedia untuk menstabilkan nilai tukar rupiah, termasuk melalui penguatan strategi operasi moneter pro-market dengan mengoptimalkan instrumen SRBI, Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI).

“BI memperkuat koordinasi dengan pemerintah, perbankan, dan dunia usaha untuk mendukung implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun 2023,” ujar Perry.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 14 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 46 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 57 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia