Jumat, 15 Mei 2026

Pemerintah Siapkan Mekanisme Verifikasi, 5 Juta Pengemudi Ojol Dipastikan Dapat Subsidi BBM

Penulis : Arnoldus Kristianus
8 Des 2024 | 16:36 WIB
BAGIKAN
Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman dalam konferensi pers di kantor Kementerian UMKM pada Jumat (6/12/2024). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman dalam konferensi pers di kantor Kementerian UMKM pada Jumat (6/12/2024). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA,investor.id - Pemerintah saat ini sedang mempersiapkan mekanisme verifikasi pengguna sepeda motor yang akan menjadi penerima Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Ada sekitar 120 juta pengguna sepeda motor di Indonesia, tetapi yang masuk kategori penerima subsidi adalah mereka yang melakukan aktivitas ojek online (ojol).

Menteri  Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)  Maman Abdurrahman mengatakan pihaknya bertugas untuk melindungi sektor ekonomi lapisan bawah. Salah satu prioritasnya adalah menjaga keberlangsungan transportasi umum seperti ojek online. Untuk itu, katanya, harus dipastikan alokasi BBM bersubsidi tetap tepat sasaran.

“Diperkirakan ada sekitar 4 juta sampai 5 juta pengemudi ojol, terutama di wilayah perkotaan. Proses pemetaan masih dilakukan untuk memastikan data valid,” ucap Maman dalam konferensi pers di kantornya pada Jumat (6/12/2024).

ADVERTISEMENT

Selanjutnya, Maman  akan memanggil perusahaan operator ojol seperti Grab, Gojek, dan perusahaan operator lainnya untuk meminta data pengemudi yang terdaftar. Data ini akan diintegrasikan dengan Pertamina untuk mempermudah proses pemberian subsidi BBM. Kementerian UMKM bersama kementerian lain yang tergabung dalam Satgas Subsidi BBM masih melakukan exercise, terutama yang menyangkut mekanisme serta skema subsidi BBM yang akan diberikan kepada UMKM, termasuk ojol. Dengan langkah ini, pemerintah berkomitmen untuk memastikan BBM bersubsidi tepat sasaran dan mendukung pengemudi ojol sebagai bagian dari rantai distribusi UMKM.

“Kami ingin menegaskan kembali bahwa BBM bersubsidi hanya untuk mereka yang membutuhkan dan tidak mampu. Tujuannya adalah untuk menjaga rantai pasok UMKM. Alhamdulillah, hari ini kami sudah mencapai kesepakatan," kata Maman.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia Igun Wicaksono bersyukur akhirnya para pengemudi ojol mendapat pencerahan dan penjelasan resmi dari Kementerian UMKM, bahwa ojek online tetap menjadi penerima subsidi BBM di seluruh Indonesia.

Dia mengimbau kepada seluruh rekan-rekan ojol untuk tetap tenang dan tidak reaktif. Pemerintah melalui Kementerian UMKM tegas Igun, telah memastikan bahwa tidak ada pencabutan BBM bersubsidi bagi ojek online. Mengingat, sektor ini termasuk dalam klasifikasi UMKM sebagai bagian dari rantai distribusi UMKM.

“Dengan penjelasan ini, keresahan kami sebagai pengemudi ojol telah terjawab. Terima kasih atas respons cepat dari pemerintah,”kata Igun.

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia