Jumat, 15 Mei 2026

Zulhas Ingatkan Masyarakat, Kelestarian Lingkungan Berdampak pada Swasembada Pangan

Penulis : Sopian Hadi
4 Jan 2025 | 15:00 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama sejumlah menteri dan masyarakat melakukan bersih-bersih Pantai Kuta, Sabtu (4/1)
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama sejumlah menteri dan masyarakat melakukan bersih-bersih Pantai Kuta, Sabtu (4/1)

BADUNG, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan dan tidak membuang sampah di laut atau pantai. Menurut Zulhas, kelestarian lingkungan dapat berdampak positif terhadap jumlah ikan konsumsi.

Hal ini disampaikan Zulhas saat aksi bersih-bersih pantai yang dilakukan bersana beberapa menteri dan masyarakat yang ada di Pantai Kuta, Bali, Sabtu (3/1/2025).

"Karena nanti lebih banyak sampah daripada ikannya, kalau tidak bersih-bersih," kata Zulhas, Sabtu (4/1/2025).

ADVERTISEMENT

Zulhas mengatakan, kelestarian lingkungan yang terjaga bisa memberikan multiplier effect terhadap berbagai sektor seperti kesehatan, pariwisata, hingga kebutuhan pangan.

"Kalau ini (sampah) tidak diatasi, bakal mengganggu lingkungan laut, kesehatan masyarakat, mengganggu pariwisata, dan pada akhirnya mengganggu upaya kita untuk swasembada pangan," ujar Zulhas.

Karena itu, Zulhas mengingatkan pentingnya kolaborasi seluruh lapisan masyarakat dan lembaga/kementerian lintas sektor agar menjaga kelestarian lingkungan bersama. 

"Kita ini negara kepulauan yang pantainya sangat luas. Maka kata kuncinya kerja sama. Ini bentuk kerja sama kolaborasi untuk menjaga tempat kita dan lingkungan kita," pungkasnya.

Kegiatan bersih-bersih pantai ini mendapat apresiasi dari masyarakat yang ikut dalam aksi ini, salah satunya ibu Hartatik yang menyambut baik dari kegiatan bersih pantai ini guna menjaga pariwisata Bali.

"Dengan adanya bersih-bersih ini adalah untuk kepentingan kita bersama terutama pariwisata agar Bali lebih terkenal dan cleen, karena sebelumnya ada wisatawan lokal bertanya kenapa Bali seperti ini banyak sampah ya saya jawab ini adalah sampah kiriman dan sudah menjadi langganan," ucapnya.

Aksi bersih-bersih pantai Kuta dilakukan sejak pukul 08.00 wita sampai pada pukul 12.00 wita, tidak hanya di sekitar Pantai Kuta saja, bersih-bersih ini dilakukan sampai Pantai Seminyak. 

Selain Menko Pangan Zulhas, hadir pula Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 16 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 48 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 59 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia