Jumat, 15 Mei 2026

Malaysia-Singapura Tiru Konsep KEK Indonesia, Airlangga: Tak Dilarang, Kita Bersaing

Penulis : Arnoldus Kristianus / Prisma Ardianto
13 Jan 2025 | 22:19 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (BPMI Setpres)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (BPMI Setpres)

JAKARTA, investor.id – Malaysia dan Singapura menyepakati kerja sama untuk mengembangkan Zona Ekonomi Khusus (Special Economic Zone/SEZ) Johor-Singapura. Konsep SEZ ini mirip dengan yang belakangan masif digarap Indonesia yaitu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, Malaysia dan Singapura telah melihat keberhasilan Indonesia membangun KEK di sejumlah wilayah di Tanah Air. Hal tersebut yang menginspirasi Malaysia dan Singapura untuk mendirikan SEZ Johor-Singapura.

“Mereka lihat, terutama Malaysia bahwa itu menjadi salah satu keberhasilan Indonesia kembangkan critical mineral. Mereka ingin copy itu untuk bidang inovasi digital, termasuk untuk AI dan cloud computing, dan lain-lain,” ungkap Airlangga di Jakarta, pada Senin (13/1/2025).

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan, Indonesia memiliki sejumlah KEK di Batam, kawasan yang dekat dengan dua negara tersebut. Di sisi lain, langkah Malaysia dan Singpaura menginisiasi SEZ Johor-Singapura tak bisa dilarang, tetapi pemerintah Indonesia memilih untuk bersaing secara sehat.

“Kalau kita kan gak bisa larang negara lain copy, ya, tentu kita harus bersaing saja… Ya kalau ancaman ada dimana-mana, tapi kita harus bersaing itu saja kuncinya,” pungkas Airlangga.

Mengutip Antara, Malaysia dan Singapura menyepakati perjanjian bersama penerapan Zona Ekonomi Khusus Johor-Singapura (Johor-Singapore Special Economic Zone/JS-SEZ) dengan tujuan menarik investasi inovatif global.

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim dan PM Singapura Lawrence Wong menyaksikan pertukaran dokumen perjanjian tersebut di Putrajaya, sebelum memberikan keterangan media bersama yang diikuti secara daring di Kuala Lumpur, Selasa (7/1/2025).

Kedua pemimpin negara mencapai beberapa kesepahaman terkait penerapan KEK tersebut, yang mereka yakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi regional dan memberikan manfaat besar bagi kedua negara.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 10 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 20 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia