Jumat, 15 Mei 2026

Gabung BRICS, Indonesia Bisa Dongkrak Kinerja Dagang dan Investasi Asing

Penulis : Bambang Ismoyo
14 Jan 2025 | 18:26 WIB
BAGIKAN
Chief Economist & Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, pada Selasa (14/1/2025). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)
Chief Economist & Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, pada Selasa (14/1/2025). (B-Universe Photo/Bambang Ismoyo)

JAKARTA, investor.id – Bergabungnya Indonesia ke dalam keanggotaan BRICS disebut akan memiliki sejumlah keuntungan, mulai dari kinerja perdagangan dan masuknya investasi asing ke Tanah Air.

Chief Economist & Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto mengungkapkan, keuntungan utama bagi Indonesia bergabung dalam BRICS yakni adanya peningkatan kerja sama antarnegara. Kerja sama itu kemudian bisa meningkatkan kinerja investasi, khususnya Penanaman Modal Asing (PMA).

Rully juga mengungkapkan, bergabungnya Indonesia ke BRICS dapat meningkatkan kinerja perdagangan, baik ekspor-impor.

ADVERTISEMENT

“Yang diharapkan itu peningkatan investasi yang PMA-PMA itu. Dan juga untuk pasar perdagangan internasional,” ungkap Rully di Kantor Mirae Asset Sekuritas, Jakarta, Senin (14/1/2025).

Indonesia masih mencatat kerja sama perdagangan terbesar dengan China. Selanjutnya, diversifikasi portofolio perdagangan dapat dilakukan Indonesia dengan negara anggota BRICS lainnya, seperti Brasil hingga Afrika Selatan.

Pada Senin (6/1/2025), Indonesia diumumkan telah resmi menjadi anggota BRICS oleh Brasil yang memegang presidensi blok ekonomi tersebut pada tahun ini. BRICS dibentuk pada 2009 oleh Brasil, Rusia, India, dan China, lalu Afrika Selatan bergabung pada 2010.

Pada tahun lalu, BRICS juga telah memperluas keanggotaannya dengan menerima Iran, Mesir, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab. Sejumlah negara lain, termasuk Turki, Azerbaijan, dan Malaysia, telah mengajukan permohonan untuk bergabung dengan BRICS.

Melalui keanggotaan di BRICS, Indonesia membuka pasar ekspor baru selain negara-negara tradisional yang sebelumnya sudah menjadi tujuan ekspor Indonesia. “Dengan bergabung (Indonesia dalam BRICS) harusnya akan memperluas juga (kerjasama perdagangan),” pungkas Rully.

Sebagai Antisipasi

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 22 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 24 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia