Neraca Perdagangan RI Surplus US$ 31,04 Miliar
JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan mengalami surplus US$ 31,04 miliar selama pada 2024. Angka ini lebih rendah US$ 5,84 dari nilai surplus selama 2023.
Jika dirinci neraca perdagangan non migas mengalami surplus US$ 51,44 miliar lebih rendah dari US$ 5,35 miliar dari 2023. Defisit neraca perdagangan migas mencapai US$ 20,4 miliar lebih rendah US$ 490 juta. Adapun nilai ekspor 2024 sebesar US$ 264,7 miliar atau tumbuh 2,29% dari tahun 2023. Sedangkan nilai impor 2024 US$ 233,66 miliar naik 5,31% dari 2023.
“Dengan mencatatkan surplus pada 2024, maka neraca perdagangan barang sudah mengalami surplus berturut-turut dalam 5 tahun terakhir,” ucap Pelaksana Tugas (Plt)Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di kantor BPS pada Rabu (15/1/2025).
Amalia mengatakan, surplus terbesar 2024 disumbang oleh komoditas bahan bakar mineral (US$ 35,27 miliar), komoditas lemak dan minyak hewan nabati (US$ 26,45 miliar), serta besi dan baja surplus US$ 15,14 miliar.
Surplus perdagangan bahan bakar mineral turun US$ 4,02 miliar tetapi secara volume meningkat 7,8%. Penyebabnya adalah penurunan rata-rata harga batu bara yang sebesar 21,2% dari tahun lalu. Sehingga penurunan surplus komoditas ini didorong oleh turunnya harga di pasar internasional. Selanjutnya komoditas besi dan baja dari segi volume mengalami peningkatan 18,23%.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

