Jumat, 15 Mei 2026

Nilai Ekspor Terkontraksi 2,24% pada Akhir Tahun 2024

Penulis : Arnoldus Kristianus
15 Jan 2025 | 15:48 WIB
BAGIKAN
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Rabu (15/1/2025). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Rabu (15/1/2025). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$ 23,46 miliar pada Desember 2024. Angka ini menunjukkan kontraksi 2,24 % month to month (mtm) dari posisi November 2024 sedangkan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahunan sebelumnya (year on year/yoy) terjadi pertumbuhan 4,78 %.

Jika dilihat menurut sektor maka penyumbang utama peningkatan ekspor secara bulanan dan tahunan adalah sektor industri pengolahan.

Adapun ekspor migas ekspor migas mencapai US$ 1,54 miliar atau naik 17,12% (mtm). Sedangkan nilai ekspor non migas sebesar US$ 21,92 miliar atau mengalami penurunan 3,36% (mtm).

ADVERTISEMENT

“Penuruna nilai ekspor secara bulanan karena didorong peningkatan nilai ekspor non migas yaitu pada komoditas mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya; nikel dan barang daripadanya; serta bijih logam terak dan abu,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Rabu (15/1/2025).

Dia mengatakan peningkatan nilai ekspor migas terutama didorong peningkatan nilai ekspor gas yang andilnya 0,68%. Secara tahunan nilai ekspor Desember 2024 mengalami peningkatan 4,78%.

“Kenaikan ini didorong peningkatan ekpsor non migas terutama pada barang lemak dan minyak hewan nabati; nikel dan barang daripadanya; mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya,” tutur Amalia.

Bila dilihat menurut sektor, maka seluruh sektor mengalami kontraksi pada Desember 2024. Pertama yaitu sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar US$ 580 juta pada Desember 2024. Nilainya terkontraksi 0,31% (mtm) tetapi secara tahunan tumbuh hingga 63,21% (yoy).

Kedua yaitu sektor pertambangan dan lainnya sebesar US$ 3,73 miliar pada Desember 2024. Secara bulanan terjadi kontraksi sebesar 2,94% (mtm) dan secara tahunan terjadi kontraksi 23,24% (yoy.

Ketiga yaitu industri pengolahan yang memberikan kontribusi sebesar US$ 17,61 miliar. Secara bulanan mengalami kontraksi 3,55%. Penurunan pada industri pengolahan utamanya disebabkan penurunan ekspor mesin keperluan khusus; barang dari logam siap pasang untuk konstruksi; kelapa sawit; serta besi dan baja. Sedangkan secara tahunan sektor ini mengalami pertumbuhan 12,24 %.

“Peningkatan ekspor industri pengolahan secara tahunan memberikan andil 8,58% terhadap total kenaikan ekspor non migas,” pungkas Amalia.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 19 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia