BI Siapkan Dua Amunisi Baru untuk Rayu Eksportir Simpan DHE SDA Lebih Lama
JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) menyiapkan dua instrumen baru yaitu Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI) agar eksportir mau lebih lama menyimpan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) di pasar keuangan dalam negeri.
“Kami mempersiapkan dua instrumen baru, yaitu Sekuritas Valas Bank Indonesia dan Sukuk Valas Bank Indonesia yang sedang kami sempurnakan, supaya ini menjadi bagian dari instrumen penempatan dan juga pemanfaatan dari DHE SDA yang bisa digunakan para eksportir tentu saja melalui bank,” ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Januari 2025 di Gedung Thamrin, BI pada Rabu (15/1/2025).
Saat ini, pemerintah sedang menggodok regulasi baru agar eksportir bisa lebih lama menyimpan DHE SDA di dalam negeri. Dari yang sebelumnya paling lama enam bulan akan diperpanjang hingga satu tahun. BI menjadi salah satu pihak yang memberikan masukan kepada pemerintah.
Perry mengatakan instrumen yang saat ini dipakai untuk penempatan dan pemanfaatan DHE SDA adalah term deposit valas (TD Valas). Instrumen ini diharapkan akan mendorong eksportir mau menempatkan DHE SDA di rekening khusus bisa memanfaatkan TD Valas di bank, yang kemudian dapat diteruskan (pass through) ke BI.
Sebelumnya ada selama ini terdapat opsi lindung nilai (hedging) atau foreign exchange (FX) swap untuk eksportir yang membutuhkan rupiah. “Kami bisa menawarkan untuk hedging FX swap kalau eksportir memerlukan kebutuhan rupiah bisa swap valas untuk itu ke bank dan BI,” tutur Perry.
Kehadiran DHE SDA di pasar keuangan domestik memiliki peranan besar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus menjaga resiliensi perekonomian nasional. Dengan tingginya modal asing di pasar keuangan dalam negeri akan menjadi bantalan bagi perekonomian nasional saat terjadi tekanan perekonomian global.
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dilakukan melalui kebijakan triple intervention. Jika dirinci, triple intervention dilakukan BI melalui Domestic Non-Delivery Forward (DNDF), pasar spot, hingga ke pasar surat berharga negara (SBN).
“Kalau kita lihat sekarang juga di pasar itu termasuk korporasi itu juga mereka sudah lebih paham bahwa kalau memang kebutuhannya tidak mendesak mereka bisa masuk ke DNDF ataupun forward. Kalau kita lihat transaksinya juga makin lama makin meningkat,” tutur Destry.
Sebentar Lagi Aturan Terbit
Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan upaya meningkatkan jumlah DHE di pasar keuangan dalam negeri dilakukan dengan mengubah Peraturan Pemerintah (PP) mengenai DHE SDA. Langkah ini dilakukan agar eksportir bisa menyimpan dana mereka lebih lama dalam pasar keuangan domestik.
“Pertimbangannya yaitu kami berharap (regulasi itu) memperkuat devisa kita. Aturannya sebentar lagi (diterbitkan),” kata Airlangga.
Saat ini pemerintah masih menjalankan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2023 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam. Dalam PP 36/2023, pemerintah menyiapkan skema tenor 1 bulan, 3 bulan, dan 6 bulan terkait insentif perpajakan terhadap DHE yang bisa dimanfaatkan eksportir.
Pada skema tenor 1 bulan, pemerintah memberikan diskon pajak penghasilan (PPh) atas bunga deposito dari 20% menjadi 10%. Sementara bila eksportir mengkonversi dolar AS menjadi rupiah, maka pemerintah menurunkan bunganya menjadi 7,5%.
Untuk tenor 3 bulan, insentif PPh atas bunga deposito yang diberikan adalah sebesar 7,5% untuk DHE dolar AS dan 5% untuk DHE rupiah. Sedangkan skema untuk tenor 6 bulan, PPh atas bunga deposito menjadi 2,5%. Bila dikonversi ke dalam bentuk rupiah, tidak dikenakan PPh bunga deposito.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler






