Pemerintah Evaluasi 5 PSN Era Jokowi, Ada PIK 2
19 Jan 2025 | 21:26 WIB
JAKARTA, investor.id – Pemerintah tengah mengevaluasi sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN). Salah satunya adalah PSN terkait pengembangan ekowisata Tropical Coastland di PIK 2.
“(PSN) PIK dievaluasi semua,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta pada Jumat (17/1/2025).
Dia juga menjelaskan bahwa kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) bukan merupakan kawasan PSN. Airlangga menyatakan bahwa kawasan PSN yang dimaksud hanya terkait dengan pengembangan ekowisata Tropical Coastland yang berada di PIK 2.
Selain itu, Airlangga juga mengaku bahwa saat ini pemerintah sedang melakukan evaluasi mengenai sejumlah PSN lain yang sempat diteken era Presiden Joko Widodo. Dengan demikian, evaluasi tak cuma berlaku untuk PSN ekowisata Tropical Coastland di PIK 2.
“Dikaji semua, misalnya kita kaji Tanjung Kelayang (Bangka Belitung). Kita kaji di mana? Sulawesi Utara, Likupa. Kita kaji yang di Banten, Tanjung Lesung. Kita kaji yang di Lido (Jawa Barat), itu kita kaji semua,” beber Airlangga.
Sementara dalam keterangan resmi pada Minggu (19/1/2025), Airlangga secara khusus menerangkan mengenai PSN ekowisata Tropical Coastland di PIK 2. Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp 65 triliun tersebut diharapkan dapat menyerap sekitar 6.235 tenaga kerja langsung dan 13.550 tenaga kerja sebagai efek pengganda.
PSN tersebut merupakan pengembangan Green Area dan Eco-City di kawasan PIK 2 yang berlokasi di Provinsi Banten. Pengembangan wilayah berbasis hijau dengan rencana luas lebih kurang 1.755 hektare (ha) serta ditujukan sebagai destinasi pariwisata baru yang berbasis hijau guna meningkatkan daya tarik bagi wisatawan.
Destinasi pariwisata ini juga didesain untuk mengakomodasi Kawasan Wisata Mangrove yang merupakan mekanisme pengamanan pesisir secara alami.
“Pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di ekowisata Tropical Coastland akan dibiayai dengan dana yang bersumber dari non-APBN dan disertai dengan komitmen dari Badan Usaha Pengusul untuk melakukan pembangunan secara bertahap,” kata Airlangga.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






