Jumat, 15 Mei 2026

Pemerintah Evaluasi 5 PSN Era Jokowi, Ada PIK 2

Penulis : Prisma Ardianto / Arnoldus Kristianus
19 Jan 2025 | 21:26 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta pada Jumat (17/1/2025). (Sumber: Biro KLIP Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta pada Jumat (17/1/2025). (Sumber: Biro KLIP Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah tengah mengevaluasi sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN). Salah satunya adalah PSN terkait pengembangan ekowisata Tropical Coastland di PIK 2.

“(PSN) PIK dievaluasi semua,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta pada Jumat (17/1/2025).

Dia juga menjelaskan bahwa kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) bukan merupakan kawasan PSN. Airlangga menyatakan bahwa kawasan PSN yang dimaksud hanya terkait dengan pengembangan ekowisata Tropical Coastland yang berada di PIK 2.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Airlangga juga mengaku bahwa saat ini pemerintah sedang melakukan evaluasi mengenai sejumlah PSN lain yang sempat diteken era Presiden Joko Widodo. Dengan demikian, evaluasi tak cuma berlaku untuk PSN ekowisata Tropical Coastland di PIK 2.

“Dikaji semua, misalnya kita kaji Tanjung Kelayang (Bangka Belitung). Kita kaji di mana? Sulawesi Utara, Likupa. Kita kaji yang di Banten, Tanjung Lesung. Kita kaji yang di Lido (Jawa Barat), itu kita kaji semua,” beber Airlangga.

Sementara dalam keterangan resmi pada Minggu (19/1/2025), Airlangga secara khusus menerangkan mengenai PSN ekowisata Tropical Coastland di PIK 2. Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp 65 triliun tersebut diharapkan dapat menyerap sekitar 6.235 tenaga kerja langsung dan 13.550 tenaga kerja sebagai efek pengganda.

PSN tersebut merupakan pengembangan Green Area dan Eco-City di kawasan PIK 2 yang berlokasi di Provinsi Banten. Pengembangan wilayah berbasis hijau dengan rencana luas lebih kurang 1.755 hektare (ha) serta ditujukan sebagai destinasi pariwisata baru yang berbasis hijau guna meningkatkan daya tarik bagi wisatawan.

Destinasi pariwisata ini juga didesain untuk mengakomodasi Kawasan Wisata Mangrove yang merupakan mekanisme pengamanan pesisir secara alami.

“Pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di ekowisata Tropical Coastland akan dibiayai dengan dana yang bersumber dari non-APBN dan disertai dengan komitmen dari Badan Usaha Pengusul untuk melakukan pembangunan secara bertahap,” kata Airlangga.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 50 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia