Jumat, 15 Mei 2026

Kadin Berikan Catatan untuk Kebijakan Baru DHE SDA

Penulis : Arnoldus Kristianus
23 Jan 2025 | 16:26 WIB
BAGIKAN
Foto udara kendaraan memuat batu bara tujuan ekspor ke atas tongkang di tempat penampungan batu bara Muaro Jambi, Jambi, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawa)
Foto udara kendaraan memuat batu bara tujuan ekspor ke atas tongkang di tempat penampungan batu bara Muaro Jambi, Jambi, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawa)

JAKARTA, investor.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai langkah pemerintah untuk menahan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) menjadi 100% selama 1 tahun akan berdampak positif bagi upaya meningkatkan cadangan devisa dan memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Namun demikian, pemerintah dan BI juga harus memperhatikan kondisi likuiditas dan kebutuhan dana investasi para eksportir, agar kebijakan yang memiliki tujuan baik itu tidak kontraproduktif bagi dunia usaha.

“Kadin mendukung semua upaya pemerintah untuk memperkuat perekonomian nasional. Tujuan penahanan DHE adalah untuk memperkuat nilai tukar rupiah agar tidak terlalu volatile. Apalagi cadangan devisa kita tidak besar,” ucap Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie dalam pernyataan resmi yang diterima pada Kamis (23/1/2025).

ADVERTISEMENT

Anindya juga memberikan catatan khususnya terkait cash flow atau kebutuhan likuiditas para eksportir yang harus diperhatikan. Ketika mereka membutuhkan devisa untuk mengimpor bahan baku dan barang modal untuk investasi, likuiditas harus tersedia dan perlu dijaga agar mereka tidak dirugikan.

“Para eksportir adalah juga importir, apalagi pelaku usaha yang bergerak di bidang industri manufaktur,” imbuh Anindya.

Eksportir juga membutuhkan rupiah untuk kebutuhan di dalam negeri. Dengan penahanan DHE selama satu tahun, para eksportir perlu mendapatkan solusi yang menguntungkan ketika mereka membutuhkan rupiah. Jika pelaku usaha mengalami kesulitan likuiditas dan dana investasi untuk ekspansi usaha, kelak ekspor akan terganggu.

Dia bilang, para pelaku usaha, termasuk eksportir yang tergabung di Kadin berperan aktif menggerakkan pembangunan nasional, mewujudkan pertumbuhan ekonomi 8%, melakukan ekspansi usaha, dan membuka lapangan pekerjaan baru.

Ada Insentif PPh 0%

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 22 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 23 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia