Jumat, 15 Mei 2026

Perang Dagang Meletup, Rupiah hingga Ekspor RI Terancam

Penulis : Arnoldus Kristianus / Prisma Ardianto
2 Feb 2025 | 23:04 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. (Sumber: instagram, @realdonaldtrump)
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. (Sumber: instagram, @realdonaldtrump)

JAKARTA, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump telah menabuh genderang perang dagang jilid II. Hal itu ditandai kebijakan tarif impor 25% yang diberlakukan AS terhadap Kanada dan Meksiko, serta 10% kepada barang-barang asal China.

Dalam hal ini, Kanada langsung menyambut kebijakan AS itu dengan pengenaan tarif impor kepada AS sebesar 25%. Sementara Meksiko menyiapkan “Rencana B” untuk membalas AS dan China berjanji juga ikut membalas.

“Perang dagang yang dipicu oleh kebijakan tarif AS terhadap barang impor dari berbagai negara membawa dampak luas bagi ekonomi global, termasuk Indonesia,” ungkap Sekreris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Anggawira kepada Investor Daily, pada Minggu (2/2/2025).

ADVERTISEMENT

Menurut dia, kebijakan tarif AS kepada sejumlah negara dan disambut dengan balasan itu setidaknya akan memberi dampak negatif kepada Indonesia. Pertama, tentunya menimbulkan ketidakpastian ekonomi global, yang pada gilirannya mengganggu perekonomian Indonesia.

“Perang dagang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia, yang berdampak pada permintaan ekspor Indonesia,” ujar Anggawira.

Kedua, tekanan terhadap rupiah. Perang dagang yang menyebabkan perlambatan ekonomi global tak selesai pada perlambatan ekspor, tetapi juga mempengaruhi nilai tukar rupiah semakin volatil.

Ketiga, persaingan yang kian ketat. Menurut Anggawira, negara lain juga akan berupaya mengambil keuntungan dari situasi ini. Hal tersebut menyebabkan terjadi peningkatan persaingan bagi eksportir Indonesia.

Namun demikian, dia juga menuturkan bahwa Indonesia harus benar-benar menyikapi persoalan ini dengan cermat. Sebab, dengan strategi yang tepat, Indonesia bisa mengubah tantangan menjadi momentum untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 19 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 51 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia