Mendag Ungkap Strategi Antisipasi Kebijakan Tarif Trump
JAKARTA, investor.id – Pemerintah Indonesia mencari jalan untuk menjaga kerja sama perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) tetap harmonis, di tengah ancaman kebijakan tarif yang digelontorkan Presiden AS Donald Trump. Dalam hal ini, pemerintah Indonesia berupaya untuk melakukan diversifikasi produk yang akan diekspor ke AS.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan, AS masih menjadi negara nomor satu sebagai penyumbang surplus, yakni sebesar US$ 16,84 miliar. Disusul di posisi kedua adalah India US$ 15,39 miliar dan Filipina US$ 8,85 miliar.
Dia menuturkan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan para pelaku usaha untuk melakukan diversifikasi produk guna mempertahankan surplus. “Kita sekarang sudah ngomong-ngomong dengan pelaku usaha, bagaimana kita masuk diversifikasi produk. Kita harus pertahankan surplus kita,” kata Budi di Jakarta, pada Rabu (5/2/2025), seperti dikutip dari Antara.
Baca Juga:
Peluang Terbatas Perang DagangMendag Budi menjelaskan, pemerintah Indonesia tengah menyusun strategi sebagai langkah antisipasi apabila Presiden AS Donald Trump menerapkan kebijakan menaikkan tarif bea masuk impor. Oleh karena, menjadi penting untuk Indonesia melakukan diversifikasi produk.
“Yang penting sekarang gini, kan kalau Trump itu penginnya kan ada industri ke sana gitu kan. Terus ya kita harus diversifikasi produk, terutama produk-produk yang tidak diproduksi di sana,” ujar Budi.
Dari sisi perdagangan, Mendag Budi sebelumnya menegaskan bahwa Indonesia siap menghadapi dampak dari potensi perang dagang jilid II, khususnya antara AS dengan China. Menurut dia, perang dagang antara AS-China sudah pernah terjadi sehingga dapat dipelajari implikasinya ke Indonesia.
Adapun saat ini, Trump diketahui sempat mengusulkan kebijakan tarif 100% untuk negara anggota BRICS dan kenaikan tarif sebesar 60% pada produk China, yang berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik dan disrupsi rantai pasok global.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






