Jumat, 15 Mei 2026

Mendag Ungkap Strategi Antisipasi Kebijakan Tarif Trump

Penulis : Prisma Ardianto
5 Feb 2025 | 20:08 WIB
BAGIKAN
Menteri Perdagangan Budi Santoso di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)
Menteri Perdagangan Budi Santoso di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Indonesia mencari jalan untuk menjaga kerja sama perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) tetap harmonis, di tengah ancaman kebijakan tarif yang digelontorkan Presiden AS Donald Trump. Dalam hal ini, pemerintah Indonesia berupaya untuk melakukan diversifikasi produk yang akan diekspor ke AS.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan, AS masih menjadi negara nomor satu sebagai penyumbang surplus, yakni sebesar US$ 16,84 miliar. Disusul di posisi kedua adalah India US$ 15,39 miliar dan Filipina US$ 8,85 miliar.

Dia menuturkan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan para pelaku usaha untuk melakukan diversifikasi produk guna mempertahankan surplus. “Kita sekarang sudah ngomong-ngomong dengan pelaku usaha, bagaimana kita masuk diversifikasi produk. Kita harus pertahankan surplus kita,” kata Budi di Jakarta, pada Rabu (5/2/2025), seperti dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

Mendag Budi menjelaskan, pemerintah Indonesia tengah menyusun strategi sebagai langkah antisipasi apabila Presiden AS Donald Trump menerapkan kebijakan menaikkan tarif bea masuk impor. Oleh karena, menjadi penting untuk Indonesia melakukan diversifikasi produk.

“Yang penting sekarang gini, kan kalau Trump itu penginnya kan ada industri ke sana gitu kan. Terus ya kita harus diversifikasi produk, terutama produk-produk yang tidak diproduksi di sana,” ujar Budi.

Dari sisi perdagangan, Mendag Budi sebelumnya menegaskan bahwa Indonesia siap menghadapi dampak dari potensi perang dagang jilid II, khususnya antara AS dengan China. Menurut dia, perang dagang antara AS-China sudah pernah terjadi sehingga dapat dipelajari implikasinya ke Indonesia.

Adapun saat ini, Trump diketahui sempat mengusulkan kebijakan tarif 100% untuk negara anggota BRICS dan kenaikan tarif sebesar 60% pada produk China, yang berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik dan disrupsi rantai pasok global.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 9 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 47 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 51 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia