Jumat, 15 Mei 2026

Prabowo: Ada yang Melawan Saya

Penulis : Prisma Ardianto
10 Feb 2025 | 22:46 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz)
Presiden Prabowo Subianto. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz)

Oleh karena itu, melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, ia menekan belanja pemerintah seperti perjalanan dinas, perjalanan ke luar negeri. Menurut dia, hanya kepentingan bangsa dan negara seperti belajar dan tugas negara yang memegang peranan penting untuk rakyat yang bisa melaksanakan perjalanan ke luar negeri.

Gak usah keluar negeri, 5 tahun gak usah keluar negeri kalau perlu. Yang perlu ke luar negeri yang tugas, tugas belajar boleh, tugas atas nama negara boleh. Jangan tugas yang dicari-cari untuk jalan-jalan. Kalau mau jalan-jalan pakai uang sendiri,” tegas Prabowo.

Ia lantas membandingkannya dengan tugas Presiden yang belakangan banyak melakukan kunjungan ke luar negeri. Tugas presiden ke luar negeri menjadi krusial karena mewakili bangsa dan negara, khususnya demi memastikan kepentingan rakyat Indonesia secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

Loh Presiden Prabowo suka keluar negeri. Saya diundang sebagai kepada Indonesia, sebagai kepala negara dalam konferensi-konferensi penting oleh negara-negara yang penting, dan saya mewakili bangsa untuk mengamankan kepentingan bangsa,” ujar dia.

Di sisi lain, Prabowo juga mengkritik agenda pemerintah mengenai focus group discussion atau FGD. Menurut dia, agenda semacam itu kalah penting dan tidak mendesak. Prabowo menyebut praktik nyata seperti mengentaskan kemiskinan, membantu rakyat yang sedang kelaparan, memperbaiki sekolah, hingga memperbaiki jalan rusak adalah sederet keresahan di masyarakat yang harus segera direspons.

“Diskusi, diskusi. Studi banding, studi banding. Mau belajar bagaimana mengentaskan kemiskinan studi bandingnya ke Australia, Australia salah satu (dari) sepuluh negara terkaya di dunia. Kok belajar ke Australia? Studi banding belajar Pramuka, ada apa belajar Pramuka?” ungkap Prabowo.

Di samping itu, kerja wartawan maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) juga tak luput dari perhatian Prabowo. Menurut dia, ‘raja kecil’ yang disampaikan di awal telah coba melobi wartawan dan LSM untuk melakukan perlawanan terhadap kebijakan efisiensi anggaran.

Gerundel, abis itu lobi-lobi wartawan, LSM, suruh nyerang, gak apa-apa. Saya lebih takut emak-emak daripada takut mereka-mereka itu,” demikian tutur Prabowo.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 18 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 50 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 1 jam yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia