Erick Thohir Mulai Gamang soal Target Dividen BUMN
JAKARTA, investor.id – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mengkaji lebih lanjut dampak kebijakan pemangkasan anggaran hingga perang dagang, terhadap setoran dividen oleh perusahaan-perusahaan pelat merah.
Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, dividen merupakan salah satu kontribusi BUMN terhadap pendapatan negara. Amun, realisasi dividen bergantung terhadap kinerja dan situasi perekonomian nasional maupun global.
Seperti yang diketahui, dinamika perekonomian dunia masih menantang imbas salah satunya isu perang dagang yang kembali berkobar belakangan ini. Di dalam negeri, perkembangan mengenai kebijakan efisiensi anggaran juga jadi sorotan banyak pihak.
Baca Juga:
Anggaran Kementerian PU Batal Dipangkas Rp 81 Triliun, Usai Terbit ‘Surat Sakti’ Sri Mulyani“Efisiensi (anggaran) untuk dividen yang tahun 2026 seperti apa? Tentu saya mohon maaf belum bisa menjawab. Kita lihat kondisi makronya juga,” ujar Erick saat melakukan rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (13/2/2025).
Erick mengaku, saat ini pihaknya mencermati perkembangan dan potensi dampak dari perang dagang maupun perang tarif di seperti yang dilakukan AS-China. Sebelum fenomena itu terjadi, realisasi dividen BUMN, khususnya yang diperoleh negara cukup memuaskan sesuai target dalam beberapa tahun belakangan.
Seperti setoran dividen tahun 2024 atas kinerja di 2023, Erick menyebut telah sukses mencapai angka Rp 85 triliun. Sementara realisasi setoran dividen tahun 2025 atas kinerja sepanjang 2024 ke negara pun diperkirakan masih sesuai target yang mencapai Rp 90 triliun.
“Untuk yang target tahun ini Rp 90 triliun, tadi saya cek juga, alhamdulillah sudah terindikasi,” beber Erick. Namun demikian, ia belum bisa mengungkapkan target dividen ke negara tahun 2026 mendatang.
Adapun beberapa waktu lalu, Erick Thohir sendiri mengungkapkan bahwa dividen BUMN pada periode 2026-2029 diyakini bisa menembus Rp 100 triliun per tahun. Target itu rencananya akan dituangkan dalam peta jalan BUMN.
Sudah Dipangkas, Kini Dipangkas Lagi
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






