Jumat, 15 Mei 2026

Erick Thohir Mulai Gamang soal Target Dividen BUMN

Penulis : Bambang Ismoyo / Prisma Ardianto
13 Feb 2025 | 20:31 WIB
BAGIKAN
Menteri BUMN Erick Thohir. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Menteri BUMN Erick Thohir. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mengkaji lebih lanjut dampak kebijakan pemangkasan anggaran hingga perang dagang, terhadap setoran dividen oleh perusahaan-perusahaan pelat merah.

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, dividen merupakan salah satu kontribusi BUMN terhadap pendapatan negara. Amun, realisasi dividen bergantung terhadap kinerja dan situasi perekonomian nasional maupun global.

Seperti yang diketahui, dinamika perekonomian dunia masih menantang imbas salah satunya isu perang dagang yang kembali berkobar belakangan ini. Di dalam negeri, perkembangan mengenai kebijakan efisiensi anggaran juga jadi sorotan banyak pihak.

ADVERTISEMENT

“Efisiensi (anggaran) untuk dividen yang tahun 2026 seperti apa? Tentu saya mohon maaf belum bisa menjawab. Kita lihat kondisi makronya juga,” ujar Erick saat melakukan rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (13/2/2025).

Erick mengaku, saat ini pihaknya mencermati perkembangan dan potensi dampak dari perang dagang maupun perang tarif di seperti yang dilakukan AS-China. Sebelum fenomena itu terjadi, realisasi dividen BUMN, khususnya yang diperoleh negara cukup memuaskan sesuai target dalam beberapa tahun belakangan.

Seperti setoran dividen tahun 2024 atas kinerja di 2023, Erick menyebut telah sukses mencapai angka Rp 85 triliun. Sementara realisasi setoran dividen tahun 2025 atas kinerja sepanjang 2024 ke negara pun diperkirakan masih sesuai target yang mencapai Rp 90 triliun.

Erick Thohir Mulai Gamang soal Target Dividen BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan) bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso (kedua kiri), Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti (kiri) dan Sekretaris Kementerian BUMN Rabin Indrajad Hattari (kanan) saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/2/2025). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

“Untuk yang target tahun ini Rp 90 triliun, tadi saya cek juga, alhamdulillah sudah terindikasi,” beber Erick. Namun demikian, ia belum bisa mengungkapkan target dividen ke negara tahun 2026 mendatang.

Adapun beberapa waktu lalu, Erick Thohir sendiri mengungkapkan bahwa dividen BUMN pada periode 2026-2029 diyakini bisa menembus Rp 100 triliun per tahun. Target itu rencananya akan dituangkan dalam peta jalan BUMN.

Sudah Dipangkas, Kini Dipangkas Lagi

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 15 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 19 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 57 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia