Jumat, 15 Mei 2026

Erick Thohir akan Transfer US$ 909 Miliar Aset BUMN ke Danantara

Penulis : Juan Guardiola
2 Mar 2025 | 16:31 WIB
BAGIKAN
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) berbincang dengan Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) dan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani (kanan) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/2/2025). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) berbincang dengan Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) dan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani (kanan) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/2/2025). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

TANGERANG, investor.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir akan menyerahkan 47 aset BUMN senilai US$ 909 miliar ke Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia). Transfer aset ini akan dilakukan secara bertahap.

Seperti yang diketahui, Danantara awalnya direncanakan bakal mengelola tujuh aset BUMN yang terdiri dari, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Pertamina, PLN, MIND ID, dan Telkom. Namun nantinya semua BUMN akan bergabung dalam Danantara.

“Kalau ditanya, Pak Erick kenapa gak tujuh (saja)? Kenapa semuanya? Ya kalau saya melihat gini, kalau kita mau transformasi total bersih-bersih BUMN, jangan tujuh, semua aja,” kata Erick kepada wartawan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Sabtu (1/3/2025).

ADVERTISEMENT

Dia menyatakan, setelah beralih ke Danantara, perusahaan-perusahaan pelat merah masih akan diawasi oleh Kementerian BUMN, khususnya yang terkait dengan kewajiban pelayanan publik (public service obligation) seperti penyaluran subsidi dan kompensasi, penyelenggaraan proyek strategis nasional (PSN), dan beberapa kerja operasional lainnya.

Tapi pengelolaan aset dan pengembangan investasi, akan dilakukan lebih lanjut oleh Danantara Indonesia. “Ya semuanya akan langsung dijadiin satu di bawah danantara. Di bawah satu payung besar seluruh asetnya. Nanti angkanya US$ 909 miliar, transisinya akan itu bertahap,” jelas Erick.

Menteri BUMN juga menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan negara sejatinya memiliki riwayat yang baik, khususnya dalam kurun lima tahun terakhir yang gencar melakukan transformasi, efisiensi, dan menjunjung aspek transparansi. Dari upaya dan pendekatan efisiensi misalnya, BUMN pada gilirannya berhasil mencetak perolehan laba mencapai Rp 310 triliun per tahun.

“Ingat loh teman-teman, profitnya jadi Rp 310 triliun, iya gak? Gak mungkin kalau itu berarti enggak ada efisiensi. Kalau itu semua BUMN korupsi, enggak mungkin profitnya Rp 310 triliun,” tandas Erick.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia