Jumat, 15 Mei 2026

Pemerintah Perlu Fokus Tarik Investasi Orientasi Penciptaan Lapangan Kerja

Penulis : Indah Handayani
10 Mar 2025 | 14:02 WIB
BAGIKAN
Sejumlah pencari kerja antre saat berlangsungnya bursa kerja Naker Fest di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Banten, belum lamam ini. (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)
Sejumlah pencari kerja antre saat berlangsungnya bursa kerja Naker Fest di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Banten, belum lamam ini. (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

JAKARTA, investor.id – Pengamat hubungan internasional Zenzia Sianica Ihza menilai, untuk mengatasi lonjakan PHK, pemerintah harus melakukan transformasi ekonomi jangka panjang dengan langkah-langkah strategis. Salah satu faktor utama penyebab PHK adalah perlambatan industri manufaktur, sektor yang selama ini menjadi pilar utama perekonomian nasional.

“Kita perlu kebijakan reindustrialisasi, peningkatan iklim usaha, optimalisasi hilirisasi sumber daya alam, serta mendatangkan investasi yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja,” ujar Zenzia dalam keterangannya, Senin (10/3/2025).

Namun, lanjutnya, langkah yang diambil pemerintah dalam menghadapi gelombang PHK masih kurang efektif, lambat, dan belum konsisten. “Untuk jangka pendek, pemerintah harus menjaga daya beli masyarakat. Ini bisa dilakukan dengan pemberian subsidi bagi korban PHK, program pelatihan keterampilan agar mereka bisa beralih ke sektor lain, serta mempertemukan mereka dengan peluang kerja baru,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) per November 2024, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,47 juta orang. Angka ini diperkirakan terus meningkat seiring gelombang PHK di awal 2025. Bahkan, data International Monetary Fund (IMF) menunjukkan bahwa tingkat pengangguran Indonesia adalah yang tertinggi di ASEAN.

Pemerintah Perlu Fokus Tarik Investasi Orientasi Penciptaan Lapangan Kerja
Pengamat hubungan internasional Zenzia Sianica Ihza Sumber; Ist

Hingga April 2024, tingkat pengangguran di Indonesia tercatat 5,2%, lebih tinggi dibandingkan Filipina (5,1%), Brunei Darussalam (4,9%), Malaysia (3,52%), Vietnam (2,1%), Singapura (1,9%), dan Thailand (1,1%).

“Sampai akhir Februari lalu, jumlah pekerja yang terkena PHK sudah mencapai sekitar 80 ribu orang. Satu-satunya cara mengatasi ini adalah dengan memperbaiki iklim investasi agar lebih banyak lapangan kerja tercipta,” tandas Zenzia.

Meskipun daya saing Indonesia meningkat, Zenzia menilai bahwa hal ini belum cukup untuk menarik investor jika tantangan lain tidak segera diatasi.

“Kita memang berhasil naik dalam peringkat daya saing global, tetapi stabilitas hukum, birokrasi yang rumit, serta kebijakan yang kerap berubah masih menjadi penghambat utama investasi,” katanya

Daya Saing Global 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 25 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 36 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 40 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia