Jumat, 15 Mei 2026

Luhut: Deregulasi untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Penulis : Arnoldus Kristianus
26 Mar 2025 | 17:59 WIB
BAGIKAN
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar. (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Lmo/nym)
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar. (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Lmo/nym)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah mendorong agar pengurangan atau penghapusan regulasi (deregulasi) menghasilkan perubahan nyata. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah melakukan deregulasi terhadap aturan yang tidak tepat dan justru membebani pelaku usaha.

“Komitmen ini bukan sekadar wacana, karena beliau (Prabowo Subianto) sendiri berencana bertemu langsung dengan investor dan analis pasar modal untuk memastikan iklim investasi semakin sehat dan kompetitif,” ucap Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dalam pernyataan resmi yang diterima pada Rabu (26/3/2025).

Luhut mengatakan, sebanyak 86% pelaku usaha masih menganggap regulasi sebagai hambatan utama, dengan Indonesia tertinggal dalam aspek regulasi kesiapan bisnis dibandingkan negara-negara seperti Singapura, Vietnam, dan Filipina.

ADVERTISEMENT

Menurut laporan World Bank, proses pendaftaran perusahaan asing di Indonesia saat ini memakan waktu hingga 65 hari, jauh lebih lama dibandingkan dengan standar terbaik dunia yang hanya 1 hari.

“Proses penyelesaian sengketa bisnis di pengadilan pun bisa memakan waktu hingga 150 hari, sebuah tantangan besar yang harus diatasi dengan aksi nyata. Kami meminta Apindo untuk membantu menyusun daftar regulasi yang dirasa tumpang tindih, berbelit-belit, atau membebani,” ulas Luhut.

Pemerintah akan memprioritaskan percepatan perizinan dasar dan menyederhanakan biaya sertifikasi yang selama ini menjadi penghalang utama bagi para pelaku usaha.

Luhut menegaskan bahwa momentum ini tidak boleh terbuang sia-sia, sehingga pemerintah siap untuk duduk bersama, mendengar, dan bergerak bersama guna memperbaiki iklim usaha di Indonesia. Pemerintah menargetkan realisasi investasi tahun 2025 sebesar Rp 1.905 triliun.

Setelah libur Idulfitri, DEN akan langsung melaporkan hasil pertemuan ini kepada presiden untuk mendapatkan arahan lebih lanjut mengenai langkah-langkah selanjutnya.

“Ini baru langkah awal, namun saya berkomitmen untuk terus mengawal proses deregulasi ini demi menciptakan ekosistem bisnis yang lebih terbuka, efisien, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” terang Luhut.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia