Jumat, 15 Mei 2026

6 Juta Orang di Jabar Menunggak Bayar Pajak Kendaraan, Dedi Mulyadi Ambil Sikap

Penulis : Yustinus Patris Paat
2 Apr 2025 | 21:16 WIB
BAGIKAN
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi seusai menghadiri acara open house Ketua MPR Ahmad Muzani di kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu (2/4/2025). (B-Universe Photo/Yustinus Patris Paat)
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi seusai menghadiri acara open house Ketua MPR Ahmad Muzani di kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu (2/4/2025). (B-Universe Photo/Yustinus Patris Paat)

JAKARTA, investor.id – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menyatakan pihaknya akan memperpanjang program pemutihan pajak kendaraan bermotor di wilayah Jabar. Pasalnya, masih banyaknya wajib pajak yang belum menyelesaikan tunggakannya, hampir 6 juta orang.

“Pertama dari sisi jangka waktu terlalu mepet ya. Karena melayani hampir 6 juta wajib pajak yang nunggak itu kan bukan perkara gampang,” ujar Dedi Mulyadi seusai menghadiri acara open house Ketua MPR Ahmad Muzani di kompleks Widya Chandra, Jakarta, Rabu (2/4/2025).

Dedi Mulyadi mengakui, program pemutihan pajak kendaraan di Jabar disambut antusiasme masyarakat. Oleh karena itu, hal ini mengakibatkan antrian yang panjang untuk mengikuti program tersebut.

ADVERTISEMENT

“Saya melihat timbul antrean yang begitu panjang dan itu merepotkan, baik petugas atau para wajib pajak,” tandas Dedi.

Gubernur Jabar bilang, pihaknya telah memutuskan memperpanjang waktu pemutihan pajak bagi kendaraan motor dan mobil di Jabar untuk menurunkan antrean panjang. Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak berdesak-desakan lagi untuk mengantri.

“Agar tidak terjadi antrean yang terlalu panjang, maka waktunya diperpanjang, agar nanti jumlahnya tidak terlalu berdesak desakan dan bisa terlayani dengan baik semuanya,” ungkap Dedi.

Masyarakat, kata Dedi, merasa manfaat program pemutihan kendaraan ini. Dia menyebut, tunggakan pajak kendaraan yang lama hingga sampai 15 tahun, mengakibatkan masyarakat enggan bayar pajak kendaraan.

“Kita kan tidak mungkin menunggu ketidaksanggupan itu, menjadi sanggup. Kan lebih baik dibebaskan, mereka bayar satu tahun, dan itu terbukti kan. Ketika mereka membayar satu tahun mereka berbondong-bondong membayar,” jelas Mantan Bupati Purwakarta itu.

Dedi Mulyadi mengaku optimistis bahwa dampak dari pemutihan pajak kendaraan mengakibatkan penerimaan daerah dari pajak kendaraan mengalami peningkatan.

“Maka pada tahun ini pasti ada peningkatan wajib pajak melakukan pembayaran. Tahun depan kita harapkan kalau misalnya dari 6 juta yang menunggak, itu kemudian nanti bisa membayar 4 juta. Berarti tahun ini ada tambahan pembayaran pajak sebanyak 4 juta wajib pajak kendaraan bermotor,” pungkas Dedi Mulyadi.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia