Jumat, 15 Mei 2026

Respons Tarif Trump, Hipmi: Indonesia Perlu Perkuat Diversifikasi Pasar Ekspor

Penulis : Yustinus Patris Paat
3 Apr 2025 | 13:09 WIB
BAGIKAN
Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Anggawira. (B-Universe Photo/Yustinus Patris Paat)
Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Anggawira. (B-Universe Photo/Yustinus Patris Paat)

JAKARTA, investor.id - Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira menilai ada peluang yang dapat dimanfaatkan pengusaha Indonesia atas kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengenakan tarif impor 32% untuk Indonesia.

Menurut Anggawira, ada beberapa peluang yang bisa dimanfaatkan oleh pengusaha Indonesia, antara lain dengan melakukan diversifikasi pasar ekspor ke negara-negara di luar AS.

“Terutama dengan memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas seperti RCEP (regional comprehensive economic partnership) dan CEPA (comprehensive economic partnership agreement) dengan Uni Eropa," ujar Anggawira kepada wartawan, Kamis (3/4/2025).

ADVERTISEMENT

Selain memperkuat ekspor ke negara-negara di luar AS, Indonesia harus mampu meningkatkan nilai tambah produk. Karena itu, kata Anggawira, Indonesia harus lebih fokus pada hilirisasi industri agar bisa bersaing di segmen produk bernilai tambah tinggi, bukan hanya mengandalkan keunggulan biaya produksi semata.

"Kita juga bisa memanfaatkan investasi relokasi. Jika tarif AS memaksa perusahaan multinasional untuk memindahkan produksi dari negara-negara target utama seperti China atau Vietnam, Indonesia bisa menjadi tujuan investasi baru dengan memberikan insentif yang menarik bagi investor asing," jelas Anggawira. 

Diketahui, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi mengeluarkan kebijakan terkait tarif impor baru kepada beberapa negara di dunia, terutama Indonesia sebesar 32%. Alasannya Indonesia menerima begitu banyak investasi dari China.

Trump menyampaikan kebijakan barunya itu saat berpidato di Taman Mawar Gedung Putih dengan latar belakang bendera AS. Dalam pidatonya itu, Trump menyebut sebagai Hari Pembebasan.

Salah satu alasan Indonesia terkena tarif impor yang terbilang tinggi itu karena telah mendapatkan investasi signifikan dari China. Selain itu, menurut klaim Negeri Paman Sam tersebut, Indonesia semakin terintegrasi dengan rantai pasokan China. 

"Selama bertahun-tahun, negara kita telah dieksploitasi oleh berbagai negara, baik sekutu maupun lawan. Tarif ini akan membuat Amerika kaya kembali," jelas Trump.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 54 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 56 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia