Jumat, 15 Mei 2026

Gabungan Importir Minta Pemerintah Lakukan Ini soal Tarif Trump

Penulis : Thresa Sandra Desfika
7 Apr 2025 | 20:25 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi impor. (Foto: GINSI DKI)
Ilustrasi impor. (Foto: GINSI DKI)

JAKARTA, investor.id - Gabungan Importir Nasional Indonesia (GINSI) mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah diplomasi menyikapi kebijakan pengenaan tarif impor oleh Amerika Serikat (AS) terhadap komoditas-komoditas dari Indonesia yang mencapai 32%. 

Wakil Ketua Umum BPP GINSI, Erwin Taufan menyatakan, kebijakan tersebut sangat berpengaruh terhadap kinerja perdagangan internasional Indonesia, baik dalam hal ekspor maupun impor.

Dia menjelaskan bahwa kebijakan tarif impor AS ini tidak hanya berdampak pada perdagangan komoditas ekspor Indonesia, namun juga berpengaruh langsung pada importir Indonesia, terutama yang mengimpor barang-barang dari AS.

Menurutnya, kebijakan ini muncul sebagai balasan atas tarif impor yang dikenakan oleh Indonesia terhadap barang-barang dari AS.

ADVERTISEMENT

"Artinya, ini merupakan tarif timbal balik (reciprocal tariff), dan ini menunjukkan bahwa ketegangan ini sangat erat kaitannya dengan sektor importasi, khususnya bagi barang-barang yang berasal dari AS," ucap Taufan dalam keterangan resmi, Senin (7/4/2025). 

Untuk itu, GINSI juga mendorong penguatan hubungan bilateral dengan Amerika Serikat, serta melakukan penunjukkan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat. Kemudian, membuka pangsa pasar baru untuk negara-negara non-konvensional untuk mencari alternatif market.
 
Sebagai informasi, dalam list yang diedarkan pemerintah AS, tarif impor Indonesia untuk barang-barang dari AS dinyatakan sebesar 64%. Ini menjadikan rujukan bagi AS dalam penetapan reciprocal tariff (tariff timbal balik) yakni sebesar 32% untuk impor dari Indonesia.  

Melihat perkembangan ini, GINSI meminta agar pemerintah Indonesia melakukan langkah-langkah diplomasi yang lebih intensif untuk meredakan ketegangan perdagangan.

Taufan menambahkan bahwa negara-negara lain telah lebih dulu melakukan langkah serupa untuk mempertahankan kestabilan hubungan perdagangan mereka dengan AS. Ia menyebutkan contoh Vietnam yang telah mengajukan proposal untuk tarif impor 0% bagi barang-barang dari AS.

"Vietnam sudah mengajukan proposal tarif impor 0% untuk barang-barang dari AS, ini tentu langkah yang patut dicontoh. Kami mendesak pemerintah Indonesia untuk juga mengambil jalan diplomasi seperti itu," ungkapnya.

Taufan meyakini bahwa setiap negara memiliki strategi tersendiri dalam menghadapi permasalahan ini. Namun, imbuhnya,  Indonesia tidak perlu mengikuti jejak China yang merespons kebijakan AS dengan langkah balasan yang serupa.

"Menurut kami, kita tidak perlu melakukan perlawanan dengan mengambil langkah yang sama yang dilakukan AS. Sebaliknya, kita harus melakukan diplomasi lewat lobi-lobi yang terbuka, termasuk untuk menurunkan tarif impor," katanya.

Langkah diplomasi yang dimaksud, menurut Taufan, dapat dilakukan dengan membuka ruang dialog dan kesepakatan perdagangan yang saling menguntungkan antara Indonesia dan AS. Hal ini diharapkan dapat meringankan dampak negatif yang dihadapi oleh importir Indonesia serta memperkuat hubungan perdagangan antara kedua negara.

Diplomasi Tepat

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 21 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia