Jumat, 15 Mei 2026

Prabowo Utus Tiga Menteri untuk Negosiasi Tarif dengan AS

Penulis : Arnoldus Kristianus
14 Apr 2025 | 14:47 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Senin (14/4/2025). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Senin (14/4/2025). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Indonesia segera melakukan negosiasi dengan Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mencari titik tengah dari penerapan tarif balasan atau resiprokal sebesar 32% dari AS ke Indonesia. Pemerintah akan menawarkan sejumlah hal untuk mengantisipasi penerapan tarif ini.

“Indonesia adalah salah satu negara yang mendapat kesempatan pertama untuk diundang ke Washington. Jadi ini tentu berdasarkan apa yang sudah disampaikan oleh pemerintah Indonesia,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Senin (14/4/2025).

Presiden Prabowo Subianto menugaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono untuk melakukan negosiasi tarif dengan Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

“Presiden (Prabowo Subianto) sudah bersurat kepada tiga kementerian, yang diberi tugas untuk melakukan pembicaraan,” terang dia.

Airlangga menjelaskan, beberapa komoditas yang selama ini diimpor dari AS ke Indonesia adalah kapas, kedelai hingga migas. Kelanjutan impor komoditas tersebut merupakan bagian dari negosiasi Indonesia dengan AS.

“Jadi kapas sebetulnya kita punya tarif maksimum dengan AS sebesar 5%. Jadi yang kita impor, tarifnya 5% sehingga mereka lebih mengarah kepada non tarif,” ucap Airlangga.

Selanjutnya, pemerintah menyiapkan kebijakan teknis baik kebijakan tarif maupun kebijakan non tarif (non tariff measures) sebagai bagian negosiasi penerapan tarif tersebut. Di samping itu, Indonesia akan mengadakan kerja sama lebih lanjut dalam bidang investasi.

“Secara teknis selain mengundang investasi Amerika di Indonesia. Indonesia juga akan ada perusahaan yang akan investasi di Amerika. Sehingga seluruhnya tentu tergantung daripada pembicaraan nanti,” ujar Airlangga.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia