Jumat, 15 Mei 2026

AS Sebut Penawaran Indonesia Sangat Konkret dan Saling Menguntungkan

Penulis : Prisma Ardianto
20 Apr 2025 | 16:01 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) dan United States Secretary of Commerce, Howard Lutnick (kanan), dalam pertemuan negosiasi tarif di Washington DC, AS. (Foto: Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) dan United States Secretary of Commerce, Howard Lutnick (kanan), dalam pertemuan negosiasi tarif di Washington DC, AS. (Foto: Kemenko Perekonomian)

WASHINGTON DC, investor.id – Amerika Serikat (AS) mengapresiasi langkah konkret Indonesia dalam negosiasi tarif. Negosiasi yang telah berlangsung memastikan AS dan Indonesia akan terus melanjutkan hubungan perdagangan yang saling menguntungkan.

Dalam keterangan resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI pada Sabtu (19/4/2025) malam, United States Secretary of Commerce, Howard Lutnick mengapresiasi komitmen dan proposal konkret dari Indonesia, dan menilai apa yang ditawarkan dan dimintakan Indonesia ini sangat konkret dan saling menguntungkan kedua negara.

Ini berbeda dengan beberapa negara lain yang juga baru saja mengajukan proposal, dan belum diterima oleh pihak AS. Oleh karena itu, Lutnick sependapat dengan rencana target negosiasi yang akan diselesaikan dalam 60 hari ke depan, serta menyarankan agar langsung menyusun jadwal pembahasan teknis secara detail dengan pihak DoC dan USTR.

ADVERTISEMENT

“Kami mengapresiasi langkah konkret Indonesia untuk melakukan negosiasi tarif. Ke depan, AS dan Indonesia akan terus melanjutkan hubungan perdagangan yang saling menguntungkan,” ujar Lutnick, dikutip pada Minggu (20/4/2025).

Hal ini disampaikan Lutnick saat bertemu dengan pemimpin delegasi Indonesia yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Sementara Airlangga bertemu Lutnick usai berunding dengan United States Trade Representative (USTR).

AS Sebut Penawaran Indonesia Sangat Konkret dan Saling Menguntungkan
Ilustrasi: Investor Daily

Sebelum Indonesia, ada beberapa negara seperti Jepang dan Argentina yang juga baru saja bertemu dan melakukan negosiasi mengenai tarif AS tersebut. Indonesia termasuk salah satu dari sedikit negara yang langsung diterima oleh pemerintah AS.

Terkait dengan kebijakan tarif AS ini, Presiden Trump telah menugaskan Secretary Lutnick bersama dengan Ambassador Greer (USTR) dan Scott Bessent (Secretary of Treasury) sebagai Pejabat AS yang bertanggung jawab dan menangani kebijakan tarif perdagangan AS.

Department of Commerce (DoC) merupakan kementerian di AS yang bertanggung jawab atas pertumbuhan ekonomi dan urusan perdagangan di AS. Tugas DoC ini salah satunya meningkatkan perdagangan internasional dan membantu bisnis AS bersaing di pasar global, serta mempromosikan perdagangan yang adil.

Dalam konteks kebijakan tarif AS, DoC merumuskan kebijakan besar mengenai tarif (bagian dari kebijakan perdagangan internasional AS), sedangkan untuk pelaksanaan teknis negosiasi tarif menjadi tugas dari USTR.

Penawaran Indonesia ke AS

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia