Jumat, 15 Mei 2026

Beri Kesempatan Danantara Bekerja

Penulis : Harso Kurniawan
25 Apr 2025 | 21:25 WIB
BAGIKAN
Suasana depan kantor Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2025). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Suasana depan kantor Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2025). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, Investor.id – Publik diminta memberikan kesempatan kepada Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk bekerja dan mengonsolidasikan semua aset BUMN dan kekayaan lainnya untuk kesejahteraan rakyat. Danantara diyakini bisa menjadi sovereign wealth fund (SWF) sukses dan menjadi pilar kesejahteraan nasional. 

“Ini bisa terjadi jika  Danantara dikelola dan kembangkan secara tepat,” ujar anggota Badan Supervisi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Praktisi Jasa Keuangan Indonesia (PPJKI) Tito Sulistio dalam keynote speech seminar investasi dan  keuangan nasional 2025 bertajuk Mampukah Danantara Menjadi Alat Pendistribusi Kesejahteraan Rakyat, dikutip Jumat (25/4/2025).  

Seminar itu digelar oleh PPJKI untuk memberikan gambaran kepada pelaku ekonomi, khususnya berkaitan dengan  pengelolaan dana  investasi yang cukup besar dan peluang yang dapat dicapai tahun ini. 

ADVERTISEMENT

Menurut Tito, tantangan   sekaligus peluang investasi begitu terbuka lebar saat ini, di mana telah banyak terjadi disrupsi teknologi di berbagai sektor keuangan. Hal ini mendorong perlunya seluruh pemangku kepentingan di sektor jasa keuangan  untuk membekali diri dengan berbagai informasi global. 

Roy Sembel, pakar ekonomi, menyatakan, dengan potensi jumlah penduduk yang banyak serta sumber daya alam yang melimpah, Indonesia perlu memberdayakan investor ritel dan institusi lokal guna menumbuhkan pasar keuangan. 

“Indonesia perlu berpacu dalam menghasilkan SDM berdaya saing untuk menciptakan Indonesia yang  adil, makmur, serta bermartabat,” tegas dia dalam kesempatan yang sama.

Indra Gunawan, anggota BPKH, menyatakan, BPKH sebagai lembaga pengelola dana haji sebesar Rp 171 triliun sangat berkepentingan memperoleh  gambaran kondisi global saat ini. Tujuannya untuk memberikan wawasan dalam  mengambil keputusan berinvestasi secara baik.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 24 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia