Nego Isu Substansi Rampung, Indonesia & AS Lanjut ke Penyelesaian Teknis
JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto memastikan negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) terkait isu-isu substansial telah dilalui dan berjalan mulus. Kini, masing-masing pihak akan memasuki proses penyelesaian teknis.
Ia mengungkapkan, pemerintah Indonesia dan AS secara substansial menyepakati negosiasi yang lebih intensif dengan membuka ruang dialog, serta memberikan kesempatan untuk pembahasan teknis secara detail dalam dua minggu kedepan.
Airlangga berharap, nantinya lahir solusi konstruktif dan saling menguntungkan agar memperkuat kemitraan ekonomi strategis antara Indonesia dengan AS. Kesempatan tersebut juga menjadi momentum yang tepat untuk mendorong reformasi struktural yang saat ini tengah dilakukan pemerintah Indonesia untuk mendorong perdagangan dan investasi.
Diketahui, Indonesia telah melakukan pertemuan dengan United States Trade Representative (USTR) dan Secretary of Commerce melalui pembahasan di tingkat teknis. Delegasi tingkat tinggi Indonesia juga telah melakukan pertemuan dengan Secretary of Treasury dan Director of the National Economic Council.
Di samping itu, pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan para pengusaha dan asosiasi bisnis asal AS, antara lain Semiconductor Industry Association (SIA), USABC, USINDO, Amazon, Microsoft, dan Google, dalam rangka penguatan kerja sama antara Indonesia dan AS.
“Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan melakukan pendekatan dan konsultasi internal dengan para pemangku kepentingan dan akan berkomunikasi dengan pihak Amerika untuk melanjutkan proses negosiasi di tingkat teknis,” ungkap Airlangga dalam konferensi secara daring, Jumat (25/4/2025).
Dia juga bilang, delegasi Indonesia dan pihak USTR beberapa waktu lalu juga telah menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) terkait Bilateral Agreement on Reciprocal Trade, Investment, and Economic Security sebagai landasan bagi kelanjutan pembahasan di tingkat teknis.
Dalam proses perundingan, Indonesia berupaya mengedepankan kepentingan nasional dengan tetap mendorong penguatan hubungan bilateral dengan Amerika Serikat. Sederet permintaan Indonesia kepada AS didasarkan pada kepentingan nasional dan dirancang secara berimbang.
Menurut Airlangga, proposal yang diajukan ke AS setidaknya mengakomodir sejumlah manfaatbagi Indonesia, yakni menjawab kebutuhan dan menjaga ketahanan energi nasional, serta memperjuangkan akses pasar Indonesia ke AS khususnya dengan kebijakan tarif yang kompetitif bagi produk ekspor Indonesia.
"Tawaran Indonesia kepada Amerika Serikat untuk mewujudkan kerja sama perdagangan yang adil, mengacu kepada kepentingan nasional dan dirancang untuk menjaga keseimbangan,” jelas Airlangga.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






