S&P Soroti Multiperan Negara di Danantara
JAKARTA, investor.id – Lembaga pemeringkat global, Standard and Poor’s (S&P) menyorot multiperan negara yang bertindak sebagai pemilik, regulator, sekaligus investor di di Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia). S&P menyebut ini menjadi tantangan utama untuk memastikan tata kelola Danantara dan BUMN di bawahnya berjalan baik.
Managing Director Corporate Ratings, S&P Global Ratings, Xavier Jean menyampaikan, Danantara perlu menemukan dan menjaga keseimbangan perihal peran negara sebagai pemilik, regulator, dan ekosistem BUMN. Sebab, ada potensi keterlibatan banyak pihak dalam pengambilan keputusan.
“Struktur tata kelola yang baik dapat meningkatkan efisiensi, tetapi keterlibatan banyak pemangku kepentingan juga berisiko memperlambat pengambilan keputusan jika tidak selaras,” ujar Jean di Jakarta, Rabu (7/5/25).
Dalam kesempatan sama, Managing Director Finance Danantara, Arief Budiman menuturkan, mulanya Danantara dibentuk untuk menjalankan fungsi pengelolaan dividen dan reinvestasi strategis BUMN. Namun, kini mandat diperluas dari sekadar pengelolaan portofolio.
“Mandat Danantara tidak hanya mengelola dividen dan reinvestasi strategis, tapi juga menjadi penggerak efisiensi dan daya saing nasional,” kata Arief.
Dia menekankan bahwa Danantara akan mengedepankan tata kelola transparan, pemisahan fungsi pelayanan publik dan komersial dalam BUMN, serta keterbukaan terhadap investor domestik maupun asing. “Transparansi, akuntabilitas, dan fleksibilitas pengambilan keputusan menjadi prinsip utama kami,” imbuhnya.
Arief menegaskan, salah satu misi utama Danantara adalah mendorong profesionalisasi pengelolaan aset negara. Dengan begitu, Danantara diharapkan bisa menciptakan nilai tambah jangka panjang, alih-alih hanya mengejar dividen dalam jangka pendek.
Sementara itu, Kepala Divisi Pemeringkatan Non-Jasa Keuangan 2 Pefindo Yogie Perdana menyatakan, hingga saat ini belum ada dampak langsung dari pembentukan Danantara terhadap peringkat kredit BUMN.
“Namun ke depan, arah kebijakan dan implementasi dari Danantara akan menjadi faktor penting dalam penilaian outlook masing-masing entitas BUMN,” jelas Yogie.
Ia juga menyebutkan bahwa pasar masih menanti kejelasan lebih lanjut mengenai mekanisme kerja Danantara, termasuk prioritas investasi, skema reinvestasi, serta peran dalam restrukturisasi BUMN yang berkinerja kurang optimal.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Tag Terpopuler
Terpopuler






