Jumat, 15 Mei 2026

Airlangga Sebut Negosaisi Tarif Bisa Lebih Lancar, Menyusul Konflik AS-China Mereda

Penulis : Arnoldus Kristianus
16 Mei 2025 | 14:36 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menjadi narasumber dalam Investor Daily Roundtable di hotel Westin, Jakarta, belum lama ini. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menjadi narasumber dalam Investor Daily Roundtable di hotel Westin, Jakarta, belum lama ini. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan negara-negara yang tengah bernegosiasi dengan Amerika Serikat (AS) akan lebih lancar mencapai kesepakatan, menyusul meredanya ketegangan perang tarif antara AS dan China.

“Kami menyambut baik hasil pembahasan yang selesai antara AS dengan China. Tentu ini akan memudahkan langkah-langkah bagi negara-negara lain,” ucap Airlangga kepada awak media di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Jumat (16/5/2025).

Indonesia sendiri sudah melakukan perundingan dengan Amerika Serikat. Negosiasi dilakukan dalam 60 hari, merujuk pengumuman Airlangga pada Jumat (18/4/2025). Indonesia memberikan penawaran ke AS untuk menghadirkan kerjasama perdagangan yang adil, fair dan sepenuhnya mengacu kepada kepentingan nasional.

ADVERTISEMENT

“Indonesia sekarang sedang bernegosiasi. Tim teknis sudah bertukar informasi, tetapi prosesnya kita ikuti saja,” imbuh Airlangga.

Pemerintah Indonesia menawarkan sejumlah hal dalam negosiasi Indonesia dengan AS. Pertama, mengurangi pajak dan bea masuk impor semua barang menjadi 0%, termasuk minuman beralkohol, TIK, baja, seluler, elektronik, hingga alat kesehatan.

Kedua, meningkatkan impor dari AS untuk menutup neraca perdagangan khususnya dengan membeli minyak mentah dan sumber energi lainnya, pesawat terbang dan peralatan pertahanan, serta produk pertanian.

Ketiga, menghapus persyaratan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) untuk produk telekomunikasi dan elektronik, bersama dengan produk tertentu lainnya, khususnya TIK, alat kesehatan, farmasi, energi terbarukan, dan penerbangan.

Airlangga Sebut Negosaisi Tarif Bisa Lebih Lancar, Menyusul Konflik AS-China Mereda
Ilustrasi: Investor Daily

Keempat, memulai pembahasan tentang rantai pasokan mineral mentah yang penting, termasuk produksi, pemurnian, dan investasi strategis lainnya.

Kelima yaitu memberikan insentif dan fasilitas investasi kepada perusahaan AS di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Perdagangan Bebas (KFT) di Indonesia termasuk Batam dan Bintan.

Masih Dinamis

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia