Pendapatan Negara Kontraksi 12,4% pada April 2025
JAKARTA, investor.id - Realisasi pendapatan negara mencapai Rp 810,5 triliun per 30 April 2025 atau 26,4% dari target pendapatan negara tahun 2025 yang sebesar Rp 3.005,1 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya terjadi kontraksi 12,4% yang saat itu pendapatan negara mencapai Rp 925,2 triliun.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kondisi pendapatan negara sudah berada dalam tren penguatan. Kinerja pendapatan negara juga berkaitan erat dengan perekonomian dunia. Saat perekonomian global tertekan maka akan berimbas terhadap laju penerimaan negara.
“Pendapatan negara mencapai Rp 810,5 triliun atau 27% dari target APBN. Realisasi penerimaan terus menunjukkan tren penguatan, menunjukkan aktivitas ekonomi tetap terjaga di tengah gejolak global,” kata Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR pada Selasa (20/5/2025).
Realisasi pendapatan negara terbagi dalam penerimaan perpajakan sebesar Rp 657 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar 153,3 triliun. Penerimaan perpajakan mengalami kontraksi sebesar 8,7% dari periode yang sama tahun sebelumnya dan penerimaan negara bukan pajak mengalami kontraksi hingga 24,7% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Bila dirinci penerimaan perpajakan sebesar Rp 657 triliun terbagi dalam penerimaan pajak sebesar Rp 557,1 triliun dan kepabeanan dan cukai sebesar Rp 100,1 triliun.Penerimaan pajak mengalami kontraksi hingga 10,8% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Saat itu penerimaan pajak sebesar Rp 624,2 triliun. Sedangkan kepabeanan dan cukai mengalami pertumbuhan sebesar 4,4% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Saat itu realisasi kepabeanan dan cukai hanya Rp 95,7 triliun.
Baca Juga:
Saatnya Menggenjot BelanjaSedangkan realisasi belanja negara terealisasi sebesar Rp 806,2 triliun atau 22,3% dari target APBN. Dari pendapatan dan belanja negara yang ada APBN 2025 mengalami surplus anggaran sebesar Rp 4,3 triliun atau 0,02% dari Produk Domestik Bruto(PDB). Keseimbangan primer tercatat positif Rp 173,9 triliun, dan sisa lebih pembiayaan anggaran sebesar Rp 283,6 triliun.
“Hal ini menunjukkan di tengah masa transisi, APBN 2025 tetap berfungsi optimal dalam pelaksanaan program prioritas yang sangat dirasakan oleh rakyat,” kata Sri Mulyani.
Editor: Arnoldus Kristianus
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





