Jumat, 15 Mei 2026

Prabowo Setuju Stimulus Ekonomi saat Libur Sekolah Senilai Rp 24,44 Triliun

Penulis : Prisma Ardianto
2 Jun 2025 | 16:56 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua dari kanan) saat menyampaikan keterangan pers usai rapat terbatas (Ratas) terkait Stimulus Ekonomi di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (2/6/2025). (Tangkapan Layar: youtube, Sekretariat Presiden)
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua dari kanan) saat menyampaikan keterangan pers usai rapat terbatas (Ratas) terkait Stimulus Ekonomi di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (2/6/2025). (Tangkapan Layar: youtube, Sekretariat Presiden)

JAKARTA, investor.id – Presiden Prabowo Subianto melalui rapat terbatas (Ratas) dengan sejumlah menteri pada Senin (2/6/2025) menyetujui paket stimulus ekonomi pada periode libur sekolah Juni-Juli 2025. Adapun nilai paket ekonomi kali ini mencapai Rp 24,44 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta menyatakan bahwa ratas tersebut digelar untuk membahas kebijakan-kebijakan ekonomi dalam rangka meningkatkan kegiatan ekonomi dan pemerataan kesejahteran masyarakat.

Sebab, menutur dia, kondisi dunia masih dalam situasi yang sangat dinamis dengan berbagai persaingan geopolitik dan geoekonomi, mulai dari perang tarif hingga isu keamanan militer yang menyebabkan eskalasi global. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2025 diperkirakan akan melemah.

ADVERTISEMENT

“Tadinya, proyeksi 2025 untuk pertumbuhan ekonomi dunia adalah 3,3%, maka dengan adanya risiko dan eskalasi geopolitik melemah hanya 2,8%. Situasi ini tentu akan memberikan pengaruh kepada perekonomian nasional, baik itu dari harga-harga komoditas, kegiatan ekspor, dan juga dari sisi volatilitas di sektor keuangan yaitu nilai tukar dan suku bunga,” ungkap Sri Mulyani.

Selanjutnya, berbagai langkah pun dilakukan pemerintah melalui intervensi APBN sesuai dengan UU APBN TA 2025, dimana pemerintah dapat melakukan langkah-langkah kebijakan baik itu dari sisi belanja negara, pendapatan negara, atau dari sisi pembiayaan untuk menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian maupun untuk menjaga stabilitas.

Sri Mulyani menuturkan, Presiden Prabowo telah meminta kepada seluruh jajaran menteri untuk melaksanakan dan mengimplementasikan berbagai program yang telah dilaksanakan. Akselerasi sangat penting, terutama seperti program makan bergizi gratis (MBG), program di sektor perumahan. Program Koperasi Merah Putih, Program Sekolah Rakyat, hingga Program Ketahanan Pangan.

“Itu semua program-program yang sudah berjalan saat ini diminta untuk diakselerasi, ditingkatkan, baik dari sisi skalanya, maupun kecepatannya. Sehingga bisa memberikan pengaruh terhadap perekonomian kita, terutama pada masyarakat dalam bentuk penciptaan kesempatan kerja, peningkatan kesejahteraan, dan pertumbuhan ekonomi,” ujar dia.

Kemudian di dalam merespons kemungkinan peningkatan risiko dan pelemahan perekonomian nasional akibat dampak global, maka Presiden Prabowo memutuskan untuk memberikan sebuah paket stimulus. Tak lain agar pertumbuhan ekonomi dapat dijaga momentumnya dan stabilitas perekonomian terus diperkuat.

Diputuskan 5 hal yang menjadi paket kebijakan ekonomi, antara lain:

  1. Diskon transportasi, senilai Rp 0,94 triliun dari APBN

  2. Diskon tarif tol, senilai Rp 0,65 triliun dari non APBN

  3. Penebalan bantuan sosial, Rp 11,93 triliun dari APBN

  4. Bantuan subsidi upah (BSU), Rp 10,72 triliun dari APBN, dan

  5. Perpanjangan diskon iuran program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), senilai Rp 0,2 triliun dari non APBN

“Total keseluruhan paket ini nilainya Rp 24,44 triliun yaitu, Rp 23,59 triliun dari APBN dan Rp 0,85 triliun dari non APBN atau dunia usaha,” demikian tandas Sri Mulyani.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 52 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 56 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia