Jumat, 15 Mei 2026

APBN Masih Kuat Topang Dampak Konflik Iran-Israel

Penulis : Rama Sukarta
19 Jun 2025 | 16:47 WIB
BAGIKAN
Foto ilustrasi. Situasi Konflik Israel- Iran. Sumber: AP
Foto ilustrasi. Situasi Konflik Israel- Iran. Sumber: AP

JAKARTA, investor.id – Perekonomian dunia semakin dibayangi ketidakpastian menyusul meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, khususnya Iran dan Israel yang saling melancarkan serangan militer sejak Sabtu (14/6/2025) lalu.

Pergerakan terkini menunjukan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menolak tuntutan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menyerah tanpa syarat. AS yang berada di sisi Israel kini tengah mempertimbangkan untuk menyerang Iran secara langsung.

Pergolakan yang terjadi di Timur Tengah dapat menimbulkan dampak secara langsung terhadap negara-negara di berbagai belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Salah satu dampak yang dikhawatirkan adalah lonjakan harga minyak global.

ADVERTISEMENT

Pada hari ini, Kamis (19/6/2025) harga minyak mentah Brent berjangka turun 0,5% menjadi US$ 76,08 per barrel. Di sisi lain, minyak mentah WTI berjangka turun 0,3% menjadi US$ 74,60 per barrel.

Meskipun menurun dari hari sebelumnya, namun harga tersebut tetap berada di titik tertinggi sejak Februari. Tingginya harga ‘emas hitam’ tersebut dikhawatirkan masih akan berlanjut dan mengerek harga bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi tumpuan hidup bagi sebagian masyarakat Indonesia.

Juru Bicara Istana, Fithra Faisal mengatakan bahwa pemerintah telah mengantisipasi kemungkinan terburuk yang dapat mempengaruhi Indonesia. Menurutnya, jauh-jauh hari, pemerintah telah menyiapkan program ketahanan pangan dan ketahanan energi.

APBN Masih Kuat Topang Dampak Konflik Iran-Israel
Ilustrasi: Investor Daily

“Yang bisa kelihatan di kuartal I adalah dengan program ketahanan pangan, itu pertumbuhan di sektor pertanian 10,53% di kuartal I. Itu bahkan kita sudah bisa untuk membuat kapasitas beras kita itu meningkat secara cukup signifikan,” ungkap Fithra saat dihubungi pada Kamis (19/6/2025).

Dia menerangkan, ketersediaan pangan cukup di dalam negeri akan menjaga harga pangan tetap di level rendah. Ini juga tercermin dari tingkat inflasi yang baru menyentuh 1,6%

“Sehingga, segala kemungkinan terburuk itu sudah merupakan bagian dari rencana mitigasi pemerintah,” imbuh Firtha.

Ia mengatakan, pemerintah telah merancang adanya cadangan anggaran dalam struktur APBN. Sumber dana ini berasal dari alokasi anggaran sebelumnya yang dinilai kurang produktif. Selanjutnya, cadangan fiskal ini bisa digunakan pemerintah untuk mengantisipasi memburukan perekonomian imbas risiko geopolitik antara Iran dan Isreal.

“APBN masih kuat. Pemerintah juga berencana untuk terus melakukan intervensi. Bahkan dual intervention dari sisi demand dan dari sisi produksi. Kalau kita menggunakan kemungkinan terburuk,” tambah Firtha.

Oleh karena itu, Firtha berpesan kepada masyarakat untuk tidak khawatir terhadap dampak yang timbul akibat krisis geopolitik tersebut. “Masyarakat tidak perlu khawatir, tetap belanja, tetap beraktivitas ekonomi, tidak perlu takut, (dana) pemerintah selalu tersedia, dan ekonomi akan selalu bergerak,” pungkas Firtha.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 23 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 34 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 38 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia