Tim Negosiasi Sebut Tarif Ekstra 10% dari Trump Jadi Bahan Masukan
JAKARTA, investor.id – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan mengenakan tarif tambahan sebesar 10% bagi pendukung dan anggota BRICS akan menjadi bahan masukan bagi tim negosiasi. Saat ini pemerintah sudah melakukan sejumlah langkah agar bisa mendapatkan perlakuan tarif yang adil dari AS.
“Terkait tambahan tarif 10%, saat ini tim masih bekerja dan hal ini (penerapan tarif tambahan 10%) jadi masukan. Tim negosiator tetap berkomunikasi sambil menunggu waktu pengumuman Trump,” ujar Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto saat dihubungi pada Senin (7/7/2025) malam.
Dia mengatakan, pemerintah Indonesia sudah dua kali melakukan negosiasi dalam bentuk perundingan setingkat menteri negosiasi. Langkah selanjutnya adalah pemerintah melibatkan kalangan pengusaha untuk memperkuat negosiasi Indonesia-AS.
Pemerintah berkomitmen membelanjakan dana sebesar US$ 34 miliar atau sekitar Rp 550 triliun (kurs Rp 16.200 per dolar AS) dalam bentuk perdagangan dan investasi terhadap produk ekspor AS. Langkah ketiga ini diharapkan akan mengurangi defisit perdagangan antara Indonesia dan AS.
Hal tersebut dimulai dengan penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara pengusaha Indonesia dan AS tanggal 7 Juli 2025. Pasalnya hal ini dapat menjadi nilai tambah dalam negosiasi. Trump direncanakan akan mengumumkan pengenaan tarif resiprokal pada 8 Juli 2025.
“Penandantanganan dilakukan sebelum pengumuman dari Presiden Trump, kalau ini semua bisa tanda tangan maka selisih perdagangannya menjadi plus. Jadi upaya ketiga ini menjadi sweetener,” kata Haryo.
Mengenai rincian penandatangan MoU akan dilakukan secara business to business (B2B) antara pengusaha Indonesia dan AS. Nantinya kerja sama perdagangan dan investasi akan dilakukan langsung oleh kalangan pengusaha kedua negara.
Saat ini Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto masih berada di Brasil karena akan sedang mendampingi Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi BRICS. Namun setelah itu, Airlangga langsung berangkat ke AS untuk melakukan negosiasi.
“Sekarang tim negosiasi sudah ada di Amerika, Pak Menko terjadwal ke AS juga. Kita berharap bisa mendapatkan tarif yang rendah. Selama ini tarif kita tinggi. Kita berharap mendapatkan tarif yang rendah dan bisa memutuskan segera dalam batch pertama,” terang Haryo.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






