Jumat, 15 Mei 2026

Tim Negosiasi Sebut Tarif Ekstra 10% dari Trump Jadi Bahan Masukan

Penulis : Arnoldus Kristianus
7 Jul 2025 | 21:48 WIB
BAGIKAN
Menko Bidang Perekonomian Erlangga Hartarto. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Menko Bidang Perekonomian Erlangga Hartarto. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

JAKARTA, investor.id – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan mengenakan tarif tambahan sebesar 10% bagi pendukung dan anggota BRICS akan menjadi bahan masukan bagi tim negosiasi. Saat ini pemerintah sudah melakukan sejumlah langkah agar bisa mendapatkan perlakuan tarif yang adil dari AS.

“Terkait tambahan tarif 10%, saat ini tim masih bekerja dan hal ini (penerapan tarif tambahan 10%) jadi masukan. Tim negosiator tetap berkomunikasi sambil menunggu waktu pengumuman Trump,” ujar Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto saat dihubungi pada Senin (7/7/2025) malam.

Dia mengatakan, pemerintah Indonesia sudah dua kali melakukan negosiasi dalam bentuk perundingan setingkat menteri negosiasi. Langkah selanjutnya adalah pemerintah melibatkan kalangan pengusaha untuk memperkuat negosiasi Indonesia-AS.

ADVERTISEMENT

Pemerintah berkomitmen membelanjakan dana sebesar US$ 34 miliar atau sekitar Rp 550 triliun (kurs Rp 16.200 per dolar AS) dalam bentuk perdagangan dan investasi terhadap produk ekspor AS. Langkah ketiga ini diharapkan akan mengurangi defisit perdagangan antara Indonesia dan AS.

Hal tersebut dimulai dengan penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara pengusaha Indonesia dan AS tanggal 7 Juli 2025. Pasalnya hal ini dapat menjadi nilai tambah dalam negosiasi. Trump direncanakan akan mengumumkan pengenaan tarif resiprokal pada 8 Juli 2025.

Tim Negosiasi Sebut Tarif Ekstra 10% dari Trump Jadi Bahan Masukan
Ilustrasi: Investor Daily

“Penandantanganan dilakukan sebelum pengumuman dari Presiden Trump, kalau ini semua bisa tanda tangan maka selisih perdagangannya menjadi plus. Jadi upaya ketiga ini menjadi sweetener,” kata Haryo.

Mengenai rincian penandatangan MoU akan dilakukan secara business to business (B2B) antara pengusaha Indonesia dan AS. Nantinya kerja sama perdagangan dan investasi akan dilakukan langsung oleh kalangan pengusaha kedua negara.

Saat ini Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto masih berada di Brasil karena akan sedang mendampingi Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi BRICS. Namun setelah itu, Airlangga langsung berangkat ke AS untuk melakukan negosiasi.

“Sekarang tim negosiasi sudah ada di Amerika, Pak Menko terjadwal ke AS juga. Kita berharap bisa mendapatkan tarif yang rendah. Selama ini tarif kita tinggi. Kita berharap mendapatkan tarif yang rendah dan bisa memutuskan segera dalam batch pertama,” terang Haryo.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia