Kamis, 14 Mei 2026

Joint Statement tentang Kesepakatan Dagang RI-AS Masuk Tahap Final

Penulis : Arnoldus Kristianus
18 Jul 2025 | 18:06 WIB
BAGIKAN
Foto ilustrasi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) dan U.S. Secretary of Commerce Howard Lutnick (kanan) dalam pertemuan di Washington D.C, Rabu, (9/7/2025). (Foto: Kemenko Perekonomian)
Foto ilustrasi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) dan U.S. Secretary of Commerce Howard Lutnick (kanan) dalam pertemuan di Washington D.C, Rabu, (9/7/2025). (Foto: Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) segera merampungkan pernyataan bersama (join statement) tentang kesepakatan perdagangan. Ini adalah puncak dari negosiasi tarif yang alot lebih dari 100 hari.

Joint statement akan memuat sejumlah kesepakatan mulai dari besaran tarif, hambatan non tarif (non tariff barrier), investasi, hingga pembelian produk dari AS.

“Jadi joint statement itu menjelaskan ke publik, tentang keputusan mulai dari tarif, penetapan tarif resiprokal, penyelesaian hambatan non tarif, investasi, hingga pembelian produk,” ucap Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Jumat (18/7/2025).

ADVERTISEMENT

Untuk hambatan non tarif pemerintah akan melakukan sejumlah deregulasi terkait perizinan impor hingga penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Dalam hal ini pemerintah terus melakukan pembenahan sejumlah faktor yang menghambat investasi di Tanah Air.

Lalu mengenai pembelian produk Amerika, pemerintah Indonesia akan membeli produk energi pertanian, hingga kerja sama untuk pembelian pesawat. Sedangkan kerja sama mengenai investasi pengusaha Indonesia akan melakukan investasi di AS.

Joint Statement tentang Kesepakatan Dagang RI-AS Masuk Tahap Final
Komoditas impor RI dari AS. (Ilustrasi: Investor Daily)

Susiwijono mengatakan proses penyusunan join statement dilakukan oleh pemerintah Indonesia bersama United States Trade Representative, United States Department of the Treasury, dan U.S. Department of Commerce. Isi kesepakatan itu akan disampaikan secara bersama antara Indonesia dan AS agar ada kesamaan persepsi dalam penyampaian kebijakan ke publik.

“Sudah final, Pak Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto) sudah melaporkan ke Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kita nunggu kesepakatan kapan menyampaikan,” tutur Susiwijono.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia