Jumat, 15 Mei 2026

Ekonom: Koperasi Merah Putih Harus Terbebas dari Nepotisme

Penulis : Akmalal Hamdhi
21 Jul 2025 | 21:22 WIB
BAGIKAN
Seorang pegawai merapikan bibit sayur di gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Hutadaa, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Senin (21/7/2025). (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)
Seorang pegawai merapikan bibit sayur di gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Hutadaa, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Senin (21/7/2025). (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)

JAKARTA, investor.id – Ekonom Senior Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati mendorong agar Koperasi Desa Merah Putih terbebas dari praktik nepotisme. Oleh karena itu, ia mengusulkan dibutuhkan aturan yang menegaskan terkait hubungan darah dalam kepengurusan Koperasi Merah Putih.

“Setiap anggota memiliki hak dan suara yang sama. Hak-hak ini harus diperjuangkan bahwa benar koperasi hadir di desa sesuai dengan UUD 1945, ada kekeluargaan, ada gotong royong,” ungkap Nina, Senin (21/7/2025).

Tapi di saat sama, kata dia, dalam perjalanannya selama ini koperasi desa memang tidak terlepas dari nepotisme. Keanggotaan Koperasi Merah Putih dipilih bukan berdasarkan kompetensi dari individu tersebut, melainkan kedekatan hubungan.

ADVERTISEMENT

Padahal, koperasi desa dijalankan untuk mencapai kepentingan bersama, dan bukan untuk mencapai tujuan individu, kelompok atau keluarga tertentu. Setiap individu pun memiliki hak yang sama termasuk menjadi pengurus dalam struktur organisasi koperasi desa.

Berdasarkan realitas tersebut, Nina mendorong adanya aturan jelas mengenai hubungan keluarga dalam kepengurusan Koperasi Merah Putih. Kepengurusan lembaga ini semestinya tidak boleh melibatkan anggota yang masih terdapat hubungan darah atau keturunan.

“Tidak boleh koperasi dikelola oleh anggota yang bertalian darah, entah itu istri, adik atau paman. Jadi seberapa jauh pertalian darah yang boleh mengatur koperasi ini nampaknya titik lemah yang perlu diperhatikan dalam aturan pemerintah ke depan,” imbuh Nina.

Menurut Nina, Koperasi Merah Putih harus mendukung keterbukaan, transparansi dan tata kelola yang baik atau good governance. Koperasi Merah Putih tidak seharusnya memiliki model bisnis koperasi yang tertutup dan penuh dengan praktik nepotisme.

Pada akhirnya, koperasi desa yang terbuka akan mendapatkan kepercayaan dari publik dan semakin mudah untuk mencetak profit. Keuntungan tersebut bisa menjadi roda untuk mendukung perekonomian masyarakat desa.

“Jika suatu desa sudah mampu berdaya mengelola koperasi desa, maka seharusnya ada profit yang dapat dibagikan kepada para anggota seperti dalam bentuk sumbangan atau THR,” pungkas Nina.

Adapun pemerintah mengumumkan terdapat 80.081 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sudah terbentuk. Dari jumlah tersebut, 108 koperasi sudah resmi beroperasi mulai hari ini, Senin (21/07/2025).

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 18 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia