Sabtu, 4 April 2026

AS dan Indonesia Sepakati Kerangka Perjanjian Dagang, Finalisasi Masih Berlangsung

Penulis : Indah Handayani
23 Jul 2025 | 06:40 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Perwakilan Dagang Amerika Serikat (AS) Jamieson Greer di Washington, AS pada 17 April 2025. (Foto: Courtesy of Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian)
Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Perwakilan Dagang Amerika Serikat (AS) Jamieson Greer di Washington, AS pada 17 April 2025. (Foto: Courtesy of Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian)

WASHINGTON, investor.id – Gedung Putih pada Selasa (22/7/2025) waktu setempat mengumumkan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Indonesia telah menyepakati kerangka perjanjian dagang yang akan memangkas sebagian besar tarif impor AS ke Indonesia.

Dikutip dari CNBC Internasional, kesepakatan ini akan menjadi bagian dari Agreement on Reciprocal Trade yang kini memasuki tahap finalisasi.

Dalam kerangka perjanjian tersebut, tarif impor AS terhadap produk Indonesia akan ditetapkan sebesar 19%. Meski tarif ini lebih tinggi dari tarif dasar 10% yang berlaku untuk hampir semua negara, namun jauh lebih rendah dibanding tarif menyeluruh 32% yang sempat diancamkan Presiden Donald Trump pada April lalu lewat kebijakan tarif ‘liberation day’.

Advertisement

Kedua negara menyatakan akan terus merundingkan dan menyelesaikan isi perjanjian dalam beberapa minggu ke depan. Proses ini juga mencakup persiapan untuk penandatanganan serta penyelesaian prosedur domestik masing-masing negara sebelum perjanjian resmi berlaku.

Kerangka perjanjian yang diumumkan Selasa ini sejalan dengan pernyataan Trump sebelumnya di media sosial, yang mengklaim telah ‘merampungkan’ kesepakatan dagang setelah berbicara langsung dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

Dalam pernyataan resmi bersama, disampaikan pula bahwa kerangka kesepakatan ini mencakup sejumlah kontrak dagang antara kedua negara, termasuk pembelian pesawat senilai US$ 3,2 miliar dan rencana pembelian produk energi senilai US$ 15 miliar.

AS dan Indonesia juga sepakat untuk mengatasi berbagai hambatan non-tarif serta kendala lain yang selama ini dihadapi pelaku usaha AS di pasar Indonesia.

Indonesia saat ini tercatat sebagai salah satu dari 25 mitra dagang utama AS, dengan nilai perdagangan bilateral melebihi US$ 38 miliar pada 2024. Namun, neraca dagang masih defisit bagi AS, dengan selisih sebesar US$ 17,9 miliar pada tahun lalu, menurut data Departemen Perdagangan AS.

Akses Pasar Luas

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 4 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 8 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
International 16 menit yang lalu

Kadin: Perang Lumpuhkan Ekonomi Timur Tengah, Biaya Kirim Melonjak 3 Kali

Kadin ungkap dampak perang Iran-AS: Biaya logistik naik 3 kali lipat & pengiriman barang molor hingga 2 bulan. Cek dampaknya bagi Indonesia.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia